Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengawasan WNA Dinilai Perlu Sistem Digital Terbuka dan Terintegrasi

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan WNA Dinilai Perlu Sistem Digital Terbuka dan Terintegrasi Doc: Antara
Ket. Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea saat rapat kerja bersama Kantor Wilayah Imigrasi Bali di Denpasar, Rabu (13/6).

Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI Marinus Gea meminta digitalisasi sistem keimigrasian yang terintegrasi dari pusat hingga daerah untuk memperkuat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di Indonesia.

Marinus dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (13/6), mengatakan imigrasi memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan negara sebagai pintu keluar masuk orang asing sekaligus pengawas aktivitas WNA di Indonesia.

“Data yang disajikan selama ini sering menimbulkan pertanyaan karena kami menduga masih ada ketidaktransparanan. Untuk itu perlu digitalisasi yang lebih transparan agar akses data dapat dilakukan secara nasional dan terintegrasi,” kata Marinus.

Pernyataan itu disampaikan Marinus saat kunjungan kerja Komisi XIII DPR RI ke Sumatera Utara pada Jumat (12/6/2026) dan bertemu dengan jajaran keimigrasian daerah.

Dalam kunjungan tersebut, ia menilai data keimigrasian merupakan instrumen penting yang harus dapat diakses secara optimal oleh petugas pengawasan di daerah.

Menurut dia, selama ini data yang tersedia belum sepenuhnya transparan sehingga masih menimbulkan pertanyaan terkait akurasi dan keterbukaan informasi.

Marinus menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi telah memiliki akses data nasional, namun sistem tersebut perlu didistribusikan hingga ke kantor wilayah dan kantor imigrasi di daerah.

Ia menyebut beban pengawasan terbesar justru berada di daerah yang berhadapan langsung dengan aktivitas orang asing.

Petugas di daerah, kata dia, perlu mengetahui riwayat perlintasan setiap WNA, termasuk asal kedatangan dan status keberangkatan dari Indonesia.

“Kalau pengawasan hanya dimonitor oleh pusat tentu bebannya sangat besar. Kami memiliki banyak pintu masuk dan keluar orang asing di Indonesia,” ujarnya.

“Karena itu distribusi pengawasan harus dilakukan melalui sistem digital yang terbuka dan transparan,” lanjutnya.

Marinus juga mendorong pembangunan dasbor nasional yang menampilkan data keimigrasian secara waktu nyata dalam satu sistem terintegrasi.

Melalui sistem tersebut, petugas dapat memantau jumlah kedatangan WNA, jenis izin tinggal, lokasi tinggal, masa berlaku izin, hingga data keberangkatan orang asing dari Indonesia.

Ia menegaskan sistem terintegrasi tersebut akan meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus memperkuat akuntabilitas penyelenggaraan keimigrasian di seluruh daerah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.