Ukraina: Hanya Trump yang Bisa Jembatani Kesepakatan Damai dengan Russia
📅 Senin, 09 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiUkraina berfokus memperoleh jaminan keamanan dari Barat untuk mencegah agresi Russia di masa depan setelah gencatan senjata berlaku.
AS, kata Sybiha, telah mengonfirmasi kepada Ukraina kesiapan untuk meratifikasi jaminan keamanan di Kongres; AS kemudian akan menyediakan “penopang” keamanan untuk mendukung kesepakatan damai, meski tanpa penempatan pasukan AS di Ukraina.
“Saya pribadi tidak percaya, pada tahap ini, pada infrastruktur atau arsitektur keamanan apa pun tanpa Amerika… Kami harus bersama mereka dan proses itu sedang berjalan. Itu pencapaian yang sangat besar,” ujarnya.
Pernyataan setelah pertemuan “koalisi yang bersedia” di Paris bulan lalu menyebutkan para sekutu akan berpartisipasi dalam mekanisme pemantauan dan verifikasi gencatan senjata yang dipimpin AS. Para pejabat mengatakan mekanisme itu kemungkinan melibatkan drone, sensor, dan satelit bukan pasukan AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri luar negeri tersebut mengatakan sejumlah negara lain di luar Inggris dan Prancis yang sudah menyatakan komitmen secara terbuka telah mengonfirmasi kesiapan mengirim pasukan ke Ukraina sebagai kekuatan penangkal, namun ia menolak menyebutkan negara-negara tersebut.
Selain “pasukan di darat”, Sybiha menyebut perlu ada mekanisme serupa Pasal Lima NATO yang mengklasifikasikan serangan terhadap satu negara anggota sebagai serangan terhadap semua. Keanggotaan Ukraina di Uni Eropa juga akan memberikan unsur keamanan tambahan, katanya.
Zelenskiy menyatakan Ukraina ingin bergabung dengan blok 27 negara itu pada 2027 yang memerlukan reformasi dan legislasi signifikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!