Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ukraina: Hanya Trump yang Bisa Jembatani Kesepakatan Damai dengan Russia

📅 Senin, 09 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ukraina: Hanya Trump yang Bisa Jembatani Kesepakatan Damai dengan Russia Doc: AFP/Sergei GAPON
Ket. Menlu Ukraina, Andrii Sybiha

KYIV – Menteri Luar Negeri Ukraina mengatakan pada Sabtu (7/2), para pemimpin Ukraina dan Russia perlu bertemu langsung untuk membahas isu-isu tersulit yang masih tersisa dalam perundingan damai, serta menegaskan bahwa hanya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memiliki kekuatan untuk mewujudkan kesepakatan.

Dikutip dari The Straits Times, Ukraina ingin mempercepat upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung empat tahun dan memanfaatkan momentum dalam perundingan yang dimediasi AS sebelum faktor lain ikut memengaruhi, seperti kampanye pemilu paruh waktu Kongres AS pada November mendatang, kata Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha dalam sebuah wawancara.

“Hanya Trump yang bisa menghentikan perang,” kata Sybiha kepada Reuters di kantornya di Kyiv, dekat Sungai Dnipro.

Dari rencana perdamaian 20 poin yang menjadi dasar perundingan trilateral terbaru, menurut Sybiha, hanya “beberapa” poin yang masih belum terselesaikan.

“Yang paling sensitif dan paling sulit, dan itu harus dibahas di tingkat para pemimpin,” ujarnya.

Pada isu-isu kunci seperti wilayah, kedua pihak masih berjauhan. Russia tetap menuntut Ukraina menyerahkan sisa 20 persen wilayah Donetsk bagian timur yang gagal didudukinya selama bertahun-tahun perang berkepanjangan sesuatu yang secara tegas ditolak Kyiv.

Ukraina juga menginginkan kendali atas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia yang terbesar di Eropa dan saat ini berada di wilayah pendudukan Russia.

Dalam putaran kedua perundingan damai trilateral di Abu Dhabi pekan ini, tidak ada tanda-tanda terobosan, meskipun pertukaran 314 tawanan perang berhasil dilakukan pada Kamis pertukaran pertama sejak Oktober.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan kepada wartawan pada Sabtu bahwa AS telah mengusulkan putaran perundingan baru di Miami dalam waktu sepekan, dan Kyiv telah menyetujuinya.

“Penilaian saya, kita punya momentum, itu benar,” kata Sybiha, yang menjabat sejak 2024, dalam wawancara pada Jumat. “Kita membutuhkan konsolidasi atau mobilisasi upaya perdamaian ini, dan kami siap mempercepat.”

Hampir empat tahun sejak invasi skala penuh Russia pada Februari 2022, Moskow menduduki hampir seperlima wilayah Ukraina termasuk Semenanjung Krimea dan sebagian wilayah Ukraina timur yang diduduki sebelum perang serta menghancurkan jaringan listrik dan pemanas melalui serangan udara terarah.

Di medan perang, para analis menyebut Russia hanya menambah sekitar 1,3 persen wilayah Ukraina sejak awal 2023.

Zelenskiy mengatakan pada Sabtu bahwa Washington berharap perang dapat diakhiri sebelum musim panas dan Ukraina telah mengusulkan rencana tahapan, meski ia tidak merinci.

Jaminan Keamanan AS

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pelatihan untuk Tekan Penga...
Nasional
Dinamika Atmosfer Picu Banj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.