Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Drama Degradasi Bundesliga Jerman: Selisih Gol Bisa Menentukan Nasib Tiga Klub

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 09:15 WIB | Oleh:
Drama Degradasi Bundesliga Jerman: Selisih Gol Bisa Menentukan Nasib Tiga Klub Doc: AFP
Ket. Ilustrasi pertandingan Bundesliga Jerman, St. Pauli vs Wolfsburg.

BERLIN - Drama terakhir Bundesliga menghadirkan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah liga, tiga tim terbawah, Wolfsburg, Heidenheim, dan St. Pauli, memasuki pekan terakhir dengan jumlah poin identik.

Ketiganya kini bertarung bukan hanya untuk bertahan hidup, tetapi juga menghindari mimpi buruk turun kasta secara langsung.

Wolfsburg berada di posisi ke-16 berkat keunggulan selisih gol atas Heidenheim dan St. Pauli. Sementara itu, Heidenheim unggul produktivitas gol atas St. Pauli meski keduanya memiliki selisih gol yang sama.

Situasi semakin dramatis karena St. Pauli akan menghadapi Wolfsburg secara langsung di Hamburg. Namun, kemenangan pun belum tentu cukup menyelamatkan mereka.

Di laga lain, Heidenheim menjamu Mainz dan masih memiliki peluang lolos dari degradasi otomatis apabila mampu meraih kemenangan dengan margin lebih baik dibanding pemenang duel St. Pauli kontra Wolfsburg.

Semua pertandingan dimainkan serentak pada Sabtu (16/5) malam waktu setempat, membuat persaingan degradasi dipastikan berlangsung dalam tensi tinggi hingga menit terakhir.

Di antara tiga tim tersebut, tekanan terbesar mungkin berada di kubu Wolfsburg. Klub yang promosi ke Bundesliga pada 1997 itu belum pernah terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Jerman.

Kini, rekor panjang tersebut berada di ujung tanduk. Keunggulan selisih gol membuat Wolfsburg masih bisa finis di posisi playoff degradasi meski hanya bermain imbang, tetapi itu pun bergantung pada hasil Heidenheim.

Sebaliknya, Heidenheim justru datang dengan momentum positif. Mereka hanya sekali kalah dalam tujuh laga terakhir dan mengumpulkan 12 poin dalam periode tersebut.

Beberapa pekan lalu Heidenheim dianggap sebagai kandidat utama degradasi. Kini mereka justru berada di ambang “great escape”.

Ironisnya, bahkan jika berhasil mencapai posisi playoff degradasi, Heidenheim tetap akan mencatat statistik unik: mereka menghabiskan seluruh 34 pekan musim ini di zona tiga terbawah.

Selain drama degradasi, perebutan tiket Liga Champions terakhir juga belum selesai.

Bayern Munich, Borussia Dortmund, dan RB Leipzig sudah memastikan tempat di Liga Champions musim depan. Namun, satu slot terakhir masih diperebutkan Stuttgart, Hoffenheim, dan Bayer Leverkusen.

Stuttgart dan Hoffenheim memiliki poin sama, tetapi Stuttgart unggul jauh dalam selisih gol. Stuttgart menghadapi lawatan sulit ke markas Eintracht Frankfurt, sedangkan Hoffenheim bertandang ke Borussia Monchengladbach.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.