Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren! Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka Kini Jadi Sawah Produktif

2 Jumat, 06 Feb 2026, 21:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keren! Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka Kini Jadi Sawah Produktif Keren! Lahan Bekas Tambang Timah di Bangka Kini Jadi Sawah Produktif Doc: ANTARA/Kasmono
Ket. Area persawahan di Bangka Belitung untuk mendukung ketahanan pangan, di Sungailiat.

SUNGAILIAT – Mengubah lahan eks tambang jadi persawahan bukan cuma soal memulihkan tanah, tapi juga memberi kehidupan kedua bagi lahan yang sempat terbengkalai.

Dengan pengelolaan yang tepat—mulai dari perbaikan struktur tanah sampai pengairan—bekas area tambang bisa kembali produktif dan jadi sumber pangan sekaligus penghasilan warga.

Langkah ini bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi baru di daerah, membuktikan kalau lahan yang sempat rusak pun masih bisa ikut menumbuhkan harapan.

Petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil mengolah lahan persawahan dari bekas pertambangan bijih timah seluas empat hektare.

"Lahan persawahan bekas tambang bijih timah seluas empat hektare yang berhasil di olah dan digarap petani di daerah Sinar Jaya Jelutung Bangka," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka, Cik Ona di Sungailiat, Sabtu.

Ia mengatakan, kemampuan produksi hasil panen padi sawah bekas lahan tambang bijih timah itu mampu mencapai 3,5 sampai lima ton per hektare.

"Kemampuan produksi maksimal hingga lima ton per hektare, merupakan produksi yang terbilang cukup bagus dibanding dengan padi sawah lain yang hanya mampu memproduksi panen padi 3,5 sampai empat ton per hektare," jelas dia.

Cik ona mengatakan, total luas lahan sawah digarap petani yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan mencapai luas 1.058 hektare, luas sawah tersebut belum termasuk dengan luas sawah bekas tambang bijih timah dan luas tambah tanam (Ltt) lahan sawah seluas 1.214 hektare.

"Luas tambah tanam (Ltt) lahan sawah seluas 1.214 hektare yakni, lahan yang ditanam padi lebih dari satu kali dalam setahun," jelas dia.

Menurut dia, lahan sawah cukup berpotensi di Kabupaten Bangka untuk pengembangan tanaman padi, guna menjaga ketahanan pangan daerah.

"Saya sarankan supaya petani serius menggarap sawah dengan maksimal supaya menghasilkan panen padi yang diharapkan," ujar Cik Ona.

Dia mengingatkan, ke semua petani sawah, jika mengalami kendala dalam menanam padi dapat langsung berkonsultasi dengan petugas penyuluh lapangan di masing - masing wilayah.

"Saya optimistis, produktivitas hasil panen padi dapat maksimal jika digarap dengan benar termasuk memanfaatkan pupuk yang berimbang," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.