Waspada Inflasi Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran
📅 Selasa, 03 Feb 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiIa menjelaskan, kenaikan harga pangan umumnya dipicu oleh dua faktor utama, yakni meningkatnya permintaan menjelang puasa dan hari raya, serta suplai bahan pangan yang relatif stabil karena kapasitas produksi domestik cenderung konstan.
“Kebijakan stabilitas pangan kerap reaktif karena HET sering berada di bawah harga pasar, sehingga tidak dipatuhi pedagang dan direspons dengan menghilangnya bahan pangan di pasar,” ujarnya.
Esther juga mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan berpotensi menekan daya beli masyarakat berpendapatan rendah yang sekitar 40–50 persen pendapatannya dialokasikan untuk kebutuhan pangan. Ke depan, ia mewanti-wanti risiko dari konflik geopolitik yang dapat memicu kenaikan harga energi dan pangan impor, lonjakan permintaan akibat program Makan Bergizi Gratis, serta faktor cuaca yang berpotensi menyebabkan gagal panen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!