Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

UB Gandeng Kampus Malaysia dan Taiwan Beri Peluang Beasiswa Dua Gelar

📅 Selasa, 03 Feb 2026, 15:57 WIB | Oleh:
UB Gandeng Kampus Malaysia dan Taiwan Beri Peluang Beasiswa Dua Gelar Doc: Istimewa
Ket. UB juga mendorong mahasiswa pascasarjana untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan.

MALANG - Universitas Brawijaya (UB) menggandeng Universitas Putra Malaysia (UPM) dan National Central University (NCU) Taiwan memberikan peluang beasiswa dua gelar atau Double Degree dan Joint Degree dalam Driving Global Compețitiveness in Graduate Education through Joint/Double Degree.

Wakil Rektor Bidang Akademik Imam Santoso, mengatakan dipilihnya dua perguruan tinggi itu karena sudah melakukan penandatanganan MOU dan MOA dan sudah punya kolaborasi double degree.

Sehingga melalui kegiatan ini bisa  mendapatkan informasi-informasi yang akan digunakan untuk mengakselerasi dengan pascasarjana join atau double degree.

“Melalui seminar internasional dan workshop ini, peserta akan banyak mendapatkan insight dari para pemangku kepentingan dan kebijakan karena itu kita undang narasumber dari  Kementerian akan dijelaskan potensi beasiswa terkait double degree dan joint degree, untuk mendapatkan best practice,” katanya Prof. Imam pada kegiatan seminar internasional di Ruang Algoritma FILKOM, Senin (2/2).

Seminar menghadirkan beragam narasumber kompeten dari tingkat nasional hingga internasional. Pembicara pertama adalah Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang hadir secara daring. Dalam paparannya, Beny membahas secara komprehensif mengenai degree equivalency process untuk program joint degree dan double degree, termasuk prosedur serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh perguruan tinggi.

Hadir pula narasumber dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), yakni Agam Bayu Suryanti, yang memaparkan skema pembiayaan dan beasiswa bagi mahasiswa program double degree.

Ia juga menjelaskan proses serta kualifikasi program studi yang dapat mengikuti skema beasiswa LPDP guna mendukung mobilitas akademik internasional mahasiswa pascasarjana.

Pada sesi berikutnya, Institut Pertanian Bogor (IPB) turut berbagi pengalaman melalui Dodik Ridho Nurrochmat, yang memaparkan praktik terbaik IPB dalam mengelola program double degree bagi mahasiswa pascasarjana. Paparan tersebut memberikan gambaran konkret terkait tata kelola, tantangan, serta strategi keberlanjutan program kolaborasi internasional.

Dari kancah internasional, UB menghadirkan mitra strategis, yakni Universiti Putra Malaysia (UPM) dan National Central University (NCU) Taiwan Imam menyebutkan bahwa UB telah menjalin kerja sama resmi dengan UPM melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA), serta mengembangkan program double degree bersama NCU Taiwan.

Ia juga menjelaskan perbedaan mendasar antara kedua skema tersebut. Program joint degree umumnya dijalankan oleh program studi yang memiliki keselarasan bidang keilmuan dan menghasilkan satu ijazah bersama, sementara double degree memungkinkan mahasiswa menempuh dua program studi berbeda dan memperoleh dua ijazah dari dua institusi.

“Skema double degree memberikan nilai tambah yang signifikan karena mahasiswa dapat meraih dua gelar, bahkan dari disiplin ilmu yang berbeda. Hal ini tentu meningkatkan daya saing lulusan Universitas Brawijaya di tingkat global,” jelasnya.

UB juga mendorong mahasiswa pascasarjana untuk memperoleh pengalaman akademik internasional melalui skema kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satunya melalui program double degree dengan UPM, di mana mahasiswa hanya membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT) di UB tanpa dikenakan biaya SPP di universitas mitra.

“Padahal, biaya SPP di UPM dapat mencapai 30 hingga 40 juta rupiah per semester. Namun melalui kerja sama ini, mahasiswa tetap dapat memperoleh dua gelar tanpa beban biaya tambahan tersebut,” imbuh Imam.

Ketua Panitia Seminar, Aji Setyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi konseptual semata, tetapi dilanjutkan dengan workshop yang bersifat aplikatif. Workshop tersebut secara khusus ditujukan bagi para Ketua Program Studi Pascasarjana di lingkungan UB, meskipun tetap terbuka bagi peserta dari luar universitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Pemerintah Gulirkan Stimulu...
Nasional
PT KAI Temukan 10.429 Baran...
Nasional
OJK: Satgas Pasti Hentikan ...
Ekonomi
Menkeu Ancam Sanksi Lebih B...
Daerah
Wali Kota Bandung Sebut Pem...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 8
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.