Ukraina dan Moldova Alami Mati Lampu Massal, Kyiv Gelap Total di Tengah Suhu Minus 22 Derajat
📅 Minggu, 01 Feb 2026, 19:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: AFP
JAKARTA - Sejumlah wilayah di Ukraina dan Moldova mengalami pemadaman listrik massal pada Sabtu akibat gangguan pada jaringan listrik tegangan tinggi. Ibu kota kedua negara, Kyiv dan Chisinau, turut terdampak sebelum pasokan listrik berhasil dipulihkan di hari yang sama.
Para pejabat setempat menyebut insiden tersebut bukan akibat serangan langsung, meski jaringan listrik Ukraina selama beberapa pekan terakhir berada dalam tekanan berat akibat dampak kumulatif serangan udara Russia. Situasi ini membuat pasokan listrik di sejumlah wilayah sebelumnya sudah dibatasi.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menjelaskan gangguan dipicu oleh faktor teknis berupa penumpukan es pada jaringan transmisi. Ia juga menepis spekulasi adanya serangan siber yang menargetkan sistem kelistrikan negaranya.
"Pagi ini terjadi kecelakaan teknologi pada jaringan listrik: dua jalur antara Rumania dan Moldova serta di wilayah Ukraina berhenti beroperasi. Penyebabnya sedang diselidiki secara menyeluruh," kata Zelenskyy.
Ia menambahkan bahwa Ukraina langsung meningkatkan impor listrik dari luar negeri untuk menutup kekurangan pasokan. Langkah darurat ini dilakukan agar kebutuhan listrik masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menteri Energi Ukraina Denys Shmyhal mengatakan dua gangguan utama terjadi hanya dalam selang waktu satu menit. Kondisi tersebut memicu pemadaman berantai di tujuh wilayah Ukraina akibat sistem proteksi otomatis yang aktif.
Di sisi lain, Kementerian Energi Moldova menyebut gangguan di negaranya terjadi karena masalah pada jaringan Ukraina yang menyebabkan penurunan tegangan pada jalur interkoneksi Rumania-Moldova. Hingga kini, pihak Kementerian Energi Rumania belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Tekanan terhadap sistem listrik semakin berat karena suhu udara di Kyiv diperkirakan turun drastis. Suhu malam hari diprediksi mencapai minus 22 derajat Celsius pada awal pekan, setelah sebelumnya berada di kisaran minus 13 derajat Celsius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Zelenskyy mengungkapkan hampir 3.500 gedung apartemen di Kyiv sempat kehilangan akses pemanas. Pemerintah kota dan perusahaan utilitas berjanji memperbaiki sistem pemanas secepat mungkin.
"Pihak kota, perusahaan utilitas, dan para ahli energi berjanji akan memperbaiki situasi pemanasan besok pagi. Namun, kecepatannya harus lebih cepat," ujar Zelenskyy.
Pemadaman juga berdampak pada layanan publik di Kyiv. Operasional metro sempat dihentikan, sementara pasokan air bersih terputus sementara akibat gangguan listrik.
Layanan darurat Ukraina melaporkan sekitar 500 penumpang metro harus dievakuasi dari stasiun yang gelap. Sejumlah warga terlihat bertahan di peron dengan penerangan minim sambil menunggu listrik kembali menyala.
Di Moldova, Wali Kota Chisinau menyebut lampu lalu lintas dan sebagian transportasi umum sempat tidak berfungsi. Sebagian besar distrik di ibu kota Moldova juga mengalami pemadaman selama beberapa jam.
Pejabat Moldova menyatakan butuh waktu sekitar tiga setengah jam untuk menormalkan kembali pasokan listrik. Proses pemulihan dilakukan melalui stabilisasi jaringan listrik regional yang saling terhubung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!