Russia Kembali Gempur Kyiv Pakai Rudal Hipersonik Oreshnik
📅 Minggu, 24 Mei 2026, 19:00 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Russia kembali menggunakan rudal balistik hipersonik Oreshnik dalam serangan besar-besaran ke Ukraina pada Minggu (24/5). Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan tersebut menargetkan wilayah Kyiv dan menewaskan sedikitnya dua orang.
Serangan udara intensif itu juga melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal yang diluncurkan dari udara, laut, serta darat. Sejumlah bangunan pemerintah, kawasan permukiman, dan sekolah dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempuran tersebut.
Menurut Zelenskyy, rudal Oreshnik menghantam Kota Bila Tserkva di wilayah Kyiv. Namun, hingga kini target utama serangan rudal tersebut belum diumumkan secara rinci oleh pihak Ukraina.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Russia meluncurkan sekitar 600 drone serang dan 90 rudal dalam operasi militer itu. Sistem pertahanan udara Ukraina diklaim berhasil menghancurkan atau mengacaukan 549 drone dan 55 rudal yang diluncurkan Russia.
Meski demikian, sebagian rudal tetap berhasil menembus pertahanan udara dan menghantam sejumlah wilayah strategis. Sekitar 19 rudal dilaporkan gagal mencapai target.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rudal hipersonik Oreshnik sebelumnya pertama kali digunakan Russia pada November 2024 saat menyerang Kota Dnipro. Senjata tersebut kembali digunakan pada Januari 2026 di wilayah Lviv bagian barat sebelum kini kembali diluncurkan ke kawasan Kyiv.
Presiden Russia Vladimir Putin sebelumnya menjelaskan bahwa Oreshnik merupakan rudal hipersonik yang mampu melesat hingga Mach 10 atau sekitar 10 kali kecepatan suara. Nama Oreshnik sendiri berarti "pohon hazelnut" dalam bahasa Russia.
Putin mengklaim rudal tersebut mampu menghancurkan bunker bawah tanah hingga kedalaman beberapa lantai. Ia juga menyebut rudal itu sulit dicegat sistem pertahanan udara modern karena bergerak sangat cepat menyerupai meteor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Rudal itu mampu menghancurkan bunker bawah tanah tiga, empat, atau lebih lantai di bawahnya," ujar Putin dalam pernyataan sebelumnya.
Rudal Oreshnik diketahui dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir. Putin bahkan mengklaim beberapa rudal Oreshnik dengan hulu ledak biasa dapat memiliki daya rusak mendekati serangan nuklir.
Sebelum serangan terbaru terjadi, Zelenskyy telah memperingatkan kemungkinan penggunaan kembali Oreshnik oleh Russia. Informasi tersebut, menurut dia, diperoleh dari intelijen Amerika Serikat dan sejumlah negara mitra Barat.
Sepanjang malam, sirene serangan udara terus terdengar di Kyiv. Asap hitam tampak mengepul di beberapa titik kota akibat ledakan yang terjadi di dekat pusat pemerintahan dan kawasan permukiman.
Serangan dilaporkan masih berlangsung hingga Minggu pagi waktu setempat. Ukraina memperkirakan Russia masih akan meluncurkan tambahan drone dan rudal ke wilayah ibu kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!