Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keran Siap Minum, Air Kotor Kini Disulap Jadi Jernih dan Aman Dikonsumsi

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 11:27 WIB | Oleh:

Bagi Diyan, air bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan fondasi pemulihan pascabencana. Ia merancang teknologi yang mampu menyaring air terdampak banjir menjadi air bersih dan air minum melalui filtrasi berlapis, tekanan tinggi, serta pemanfaatan batuan mineral alami.

Teknologi Reverse Osmosis yang dikembangkan tidak bekerja secara sederhana. Air dipantau secara otomatis melalui parameter Total Dissolved Solids, pH, dan salinitas untuk memastikan tidak ada partikel berbahaya yang lolos dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Karakter air di Aceh dan Sumatera menjadi tantangan tersendiri. Kandungan oksalat tinggi dan pH rendah membuat Diyan harus meracik ulang formulasi batuan mineral agar air baku bisa dinormalisasi sebelum masuk ke proses pemurnian lanjutan.

Batuan-batuan alam itu bukan diambil secara acak. Diyan meneliti, menguji, dan memadukan berbagai karakter batuan lokal agar mampu menaikkan pH, menurunkan kekeruhan, sekaligus mempertahankan mineral yang dibutuhkan tubuh manusia.

Dalam satu unit mesin, air dibagi menjadi dua jalur. Jalur pertama menghasilkan air bersih untuk mandi dan mencuci, sementara jalur kedua difokuskan menjadi air siap minum yang kembali disaring, dimineralisasi, dan disterilkan dengan sinar ultraviolet.

Hasilnya, satu mesin mampu memproduksi hingga sekitar 15 ribu liter air per hari. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan banyak keluarga, sekolah, hingga fasilitas umum yang terdampak bencana.

Riset ini lahir dari proses panjang yang tidak selalu mulus. Kegagalan pernah terjadi, mulai dari air yang kembali keruh hingga tekanan yang salah perhitungan. Namun semua itu justru memperkuat sistem pengendalian mesin yang kini digunakan di lapangan.

Pengalaman mengolah air payau hingga air laut di wilayah pesisir sebelumnya menjadi bekal penting bagi Diyan dan tim. Teknologi itu kini disesuaikan untuk kondisi bencana, dengan fokus pada kecepatan, keandalan, dan kemanfaatan langsung.

Misi kemanusiaan

Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang meninggalkan jejak duka dan kelelahan panjang bagi ribuan warga.

Hingga 26 Januari 2026 pukul 18.00 WIB, bencana hidrometeorologi ini tercatat berdampak luas, menjangkau 12 kecamatan dan 209 kampung, menjadikannya salah satu musibah terberat yang pernah dialami daerah tersebut.

Di balik angka-angka itu, ada kehilangan yang tak tergantikan. Sebanyak 101 warga meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka. Setiap korban adalah cerita keluarga yang terputus, rumah yang kehilangan tawa, dan kampung yang berduka bersama.

Tekanan hidup juga dirasakan oleh ribuan keluarga yang terdampak. Sebanyak 1.120 kepala keluarga atau 4.221 jiwa terpaksa mengungsi ke 58 titik pengungsian, bertahan dengan keterbatasan ruang, logistik, dan kenyamanan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Tangerang Open Speed Marath...
Advertisement
Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

Timnas Indonesia Libas Singapura 2-0, Ragnar dan Ole Romeny Ngamuk di Gelora Bung Karno

25 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.