Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Keran Siap Minum, Air Kotor Kini Disulap Jadi Jernih dan Aman Dikonsumsi

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 11:27 WIB | Oleh:

Namun di antara ruang kelas darurat dan lantai sekolah yang menjadi tempat belajar, keran siap minum terus mengalir. Dari sana, harapan dan energi semangat disuntikkan, membantu anak-anak Aceh perlahan bangkit dan kembali menatap masa depan.

Terpasang 60 unit

Komandan Satuan Tugas Air Bersih di wilayah Aceh Tamiang Kolonel Infanteri Adam Mardamsyah menyatakan metode RO merupakan karya dari dosen kampus militer itu, yang didesain agar air yang terdampak di wilayah bencana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau pun sebagai konsumsi.

Sejak awal penugasan misi kemanusiaan itu, Adam dan tim memulai langkah dengan pemetaan. Mereka menyusuri wilayah terdampak, mencari titik-titik yang benar-benar membutuhkan air bersih dan air minum, terutama daerah terisolir.

Bagi Unhan, kehadiran di lapangan bukan sekadar tugas teknis. Sebagai think tank pertahanan, Unhan membawa desain harapan, memastikan solusi air bersih tetap berfungsi bahkan setelah masa tanggap darurat berlalu.

Salah satu wujud nyatanya adalah mesin Reverse Osmosis, karya dosen Unhan. Teknologi itu memungkinkan air tercemar di wilayah bencana diolah menjadi air layak pakai, bahkan air minum, langsung dari sumber yang tersedia.

Sejak 20 Desember, Satgas Air telah memasang di berbagai titik air bersih yang tersebar di Bener Meriah hingga Aceh Tamiang, dikerjakan langsung oleh taruna Unhan yang menjalani pendidikan dan pelatihan dasar militer di medan nyata. Air itu kini mengalir di pesantren, sekolah, masjid, hingga kantor pemerintahan.

Bagi Kolonel Adam yang juga Kepala Program Studi (Kaprodi) Informatika Universitas Pertahanan (Unhan), memasang alat bukan akhir pekerjaan.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan, memastikan setiap titik memiliki operator yang paham cara menghidupkan, membersihkan, dan merawat mesin agar tak mangkrak.

Karena itu, setiap pemasangan selalu disertai edukasi. Warga diajari merawat filter, toren, dan sistem dasar, agar keran tetap mengalir hari ini, esok, bahkan bertahun-tahun ke depan.

Semua alat ini dihibahkan langsung kepada masyarakat melalui institusi setempat. Tidak boleh diperjualbelikan. Air harus tetap menjadi hak bersama, bukan komoditas di tengah penderitaan.

Pemilihan lokasi pun dilakukan ketat. Tim Unhan tidak menunggu pengajuan, melainkan turun langsung, menyasar lokasi yang layak.

Di balik keran siap minum itu, ada kerja panjang Diyan Parwatiningtyas, dosen Program Studi Fisika Fakultas MIPA Militer Universitas Pertahanan. Selama hampir satu dekade, ia menekuni riset Reverse Osmosis untuk mengembalikan air pada esensinya: jernih, aman, dan layak dikonsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.