Kemdiktisaintek dan BPOM Perkuat Inovasi Bidang Obat serta Pangan
📅 Kamis, 29 Jan 2026, 08:02 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi di bidang obat, pangan, dan teknologi kesehatan nasional.
Menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis, langkah itu diresmikan ketika Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemdiktisaintek dan BPOM dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 BPOM pada Rabu (28/1).
"Kemandirian kita di bidang obat dan industri makanan yang terus berkembang, menuntut inovasi dan kreativitas dari kita agar kita menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri," kata Menteri Brian.
Dia menyebut bahwa kerja sama itu menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan hilirisasi di bidang obat, pangan, dan teknologi kesehatan nasional, sejalan dengan kebijakan Diktisaintek Berdampak yang menekankan manfaat nyata riset bagi industri dan masyarakat.
Melalui penandatanganan MoU tersebut, Kemdiktisaintek dan BPOM memperkuat kolaborasi salah satunya melalui program Academia-Business-Government (ABG), termasuk pemanfaatan laboratorium dan fasilitas pengujian milik BPOM untuk mendukung riset akademisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia mengharapkan kolaborasi itu mampu mempercepat proses penelitian, validasi, dan pengembangan produk inovatif agar memenuhi standar mutu, keamanan, dan regulasi sejak tahap awal riset.
Pemerintah juga terus memperkuat dukungan pendanaan riset nasional, termasuk peningkatan anggaran riset. Pemanfaatan laboratorium BPOM oleh akademisi diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang siap diadopsi industri.
Mendiktisaintek secara khusus juga mengajak pelaku industri untuk terlibat aktif dalam kolaborasi ini. Saat ini, industri memiliki peran penting sebagai lokomotif hilirisasi agar hasil riset perguruan tinggi dapat berkembang menjadi produk unggulan nasional yang berdaya saing. Indonesia memiliki potensi besar dengan lebih dari 4.000 perguruan tinggi, sekitar 300 ribu dosen, dan lebih dari 12 ribu profesor.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Untuk kemandirian industri kita, pemerintah tentu mendukung dan menyokong dari bawah, dari Kemdiktisaintek bersama dengan BPOM siap untuk mengerahkan para peneliti, guru besar untuk melakukan riset, anggaran riset pun kami siap. Jadi, mohon dari industri bisa diarahkan mana produk-produk yang memang membantu kita menuju kemandirian," tutur Brian.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan dengan adanya kerja sama bertepatan dengan momentum peringatan 25 tahun BPOM itu, diharapkan ke depan mampu menjadi tonggak transformasi untuk berkontribusi terhadap bangsa agar terdepan dalam pengembangan sains, teknologi, dan obat-obat inovatif.
Sinergi antara Kemdiktisaintek dan BPOM diharapkan memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.
Kedua pihak berkomitmen untuk mengawal implementasi MoU secara berkelanjutan, sehingga hasil riset nasional tidak hanya unggul secara ilmiah, tetapi juga siap dihilirisasi dan dimanfaatkan industri serta masyarakat luas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!