Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keragaman Hayati Hutan Kahung Dihuni Burung Merak

📅 Minggu, 07 Jun 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Keragaman Hayati Hutan Kahung Dihuni Burung Merak Doc: Antara
Ket. Burung kuau raja (Argusianus argus) atau masyarakat setempat menyebutnya burung haruai, meraknya hutan Kahung di Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Banjarmasin - Tim Universitas Lambung Mangkurat (ULM) meneliti keragaman hayati hutan Kahung di Desa Belangian, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yang dihuni burung kuau raja (Argusianus argus) atau masyarakat setempat menyebutnya burung haruai, merak hutan Kahung.

"Kami bersama Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia melakukan studi lapangan melacak keberadaan burung kuau raja dalam rangka mengumpulkan data," kata Dr. Amalia Rezeki, Biologist Conservation ULM di Banjarmasin, Minggu.

Menurut ketua tim tersebut, kemunculan burung kuau raja sangat menggembirakan menunjukkan indikator biologi kesehatan ekosistem hutan hujan tropis di kawasan tersebut. 

Dia menyebut burung merak haruai menjadi salah satu kekayaan hayati hutan hujan tropis Kalimantan di hutan Kahung yang merupakan situs Meratus UNESCO Global Geopark.

Amel menjelaskan burung kuau raja memiliki karakteristik khas dan unik dalam perilaku kawin karena pejantan menyiapkan lantai hutan dengan membersihkan dedaunan atau biasa disebut mating ring.

Kemudian memamerkan tarian sunyi dengan sayap lebar berbentuk kipas yang penuh pola menyerupai ratusan mata untuk memikat sang betina.

Burung kuau raja jantan memiliki ukuran tubuh bisa mencapai 120 hingga 200 centimeter. Sedangkan betina berukuran lebih kecil dengan panjang sekitar 75 cm.

Adapun bulu ekor bisa mencapai panjang satu meter lebih yang bisa dimekarkan membentuk kipas raksasa seperti burung merak saat dipamerkan untuk memikat sang betina dalam ritual kawin.

Kepala Desa Belangian Aunul membenarkan di hutan wilayahnya akhir-akhir ini warga sering melihat kemunculan burung kuau raja di sekitar ketinggian 500 hingga 700 MDPL.

Aunul menjelaskan masyarakat memiliki ritual khusus untuk merawat alam yang dihubungkan dengan keberadaan burung kuau raja.

Untuk itu, mereka sangat menjaga kelestarian melalui aktivitas kearifan lokal masyarakat.

Sementara Dayat selaku Ketua Pokdarwis Kahung Raya yang mengelola wisata alam hutan Kahung mengatakan burung haruai bukan hanya indah bulunya, tetapi sebenarnya ada kepercayaan di masyarakat bahwa ada manfaat yang diperoleh dengan memanfaatkan bulunya yang rontok di atas permukaan tanah.

"Bulunya digunakan masyarakat sebagai bahan marabun yang asapnya ampuh sebagai obat penyembuh hama dan penyakit pada tanaman padi gunung di desa," ungkapnya.

Dayat berharap bukan masyarakat Belangian saja yang memiliki kepedulian, tetapi juga masyarakat luar turut menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, khususnya burung haruai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...

Negara-Negara BRICS Bersatu Bela Kedaulatan Suriah

30 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Negara-Negara BRICS Bersatu...
Luar Negeri
Militer Yaman Berjibaku Reb...
Daerah
Sekda Jateng Gaungkan MTQ N...
Luar Negeri
Trump Anggap Hubungan Dagan...
Luar Negeri
Meksiko Ogah Dijadikan Bagi...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.