Laporan Perekonomian Indonesia 2025 Dirilis, BI Kirim Sinyal Kuat ke Pasar
📅 Rabu, 28 Jan 2026, 17:45 WIB | Oleh: Tim PenulisKelima yaitu kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) kepada perbankan untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor-sektor prioritas pemerintah dalam Astacita.
Adapun poin terakhir ialah akselerasi sistem pembayaran digital terus ditempuh dan diarahkan untuk mempercepat ekonomi-keuangan digital nasional dalam rangka mendorong efisiensi, produktivitas, dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan inklusif.
Lebih lanjut, Perry menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia yang tetap baik dan berdaya tahan pada 2025 menyiratkan tiga pelajaran penting.
Mulai dari kebijakan makroekonomi yang konsisten dan berhati-hati untuk terus memperkuat stabilitas dan ketahanan ekonomi perlu terus ditempuh karena menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berikutnya, upaya tersebut perlu ditopang sinergi yang kuat antara BI dengan pemerintah (pusat dan daerah) dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) karena akan meningkatkan efektivitas dalam menjaga ketahanan ekonomi Indonesia dari berbagai rambatan gejolak global.
Ketiga, dalam pelaksanaan kebijakan tersebut, maka kombinasi antara kepemimpinan yang profesional dan kompetensi tinggi dalam perumusan bauran kebijakan (book smart), dengan pengalaman kuat dalam pelaksanaan kebijakan (street smart), serta upaya untuk terus memperkuat dan memegang teguh akhlak yang mulia (spiritual smart), menjadi prinsip dasar dalam keberhasilan menjaga ketahanan perekonomian nasional.
Seiring optimis bahwa berbagai capaian positif akan terus berlanjut dan prospek ekonomi Indonesia makin membaik, katanya, harus pula diwaspadai berbagai gejolak dunia dan ketidakpastian yang terus berlanjut, dengan segala bentuk potensi rambatan negatif terhadap kinerja perekonomian nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Ke depan, kita harus tetap optimis sekaligus ’Eling lan Waspodo’ (tetap sadar dan berhati-hati) di tengah gejolak dunia yang masih akan terus berlanjut,” ucap Gubernur BI.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!