Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau

📅 Jumat, 19 Jun 2026, 12:37 WIB | Oleh:
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau Doc: ist
Ket. memasuki puncak kemarau

JAKARTA – Belakangan pada malam hari mungkin ada yang mulai kedinginan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai suhu udara dingin yang terjadi pada malam hingga pagi hari di berbagai wilayah, terutama menjelang puncak musim kemarau yang diprakirakan terjadi pada Agustus 2026.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Jumat, mengatakan sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) telah memasuki musim kemarau dengan karakteristik suhu yang cenderung lebih dingin pada malam dan pagi serta panas menyengat pada siang hari.

“Secara umum sejumlah wilayah Jawa Tengah, khususnya Cilacap dan sekitarnya, sudah masuk musim kemarau. Beberapa cirinya sudah tampak, suhu udara pada malam dan pagi hari lebih dingin dibanding biasanya, sedangkan pada siang hari sinar matahari terasa lebih menyengat karena tutupan awan lebih sedikit,” katanya.

Ia mencontohkan suhu udara minimum yang terpantau di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap pada 19 Juni 2026 berada di kisaran 24 derajat Celcius dan masih dalam kondisi normal secara klimatologis.

Namun di wilayah dataran tinggi, seperti Cilacap bagian barat, Banyumas, dan sekitarnya, suhu udara dapat terasa lebih dingin dibanding wilayah pesisir selatan.

Menurut dia, hal tersebut terjadi karena adanya penurunan suhu seiring bertambahnya ketinggian tempat. “Kondisi ini merupakan fenomena alami yang umum terjadi pada musim kemarau,” katanya.

Berdasarkan data klimatologi periode 1991-2020, kata dia, suhu minimum absolut pada bulan Juni di Cilacap pernah mencapai 18,8 derajat Celcius yang terjadi pada tahun 1994.

Bahkan secara klimatologis suhu paling rendah pernah tercatat pada Agustus 1994 yang mencapai 17,4 derajat Celcius.

“Artinya kondisi suhu minimum saat ini masih normal. Ke depan suhu udara masih berpotensi lebih dingin, terutama saat puncak musim kemarau,” katanya.

Selain suhu udara yang lebih rendah, pihaknya mencatat adanya potensi kemunculan kabut pada musim kemarau, khususnya pada malam hingga pagi hari. Menurut dia, fenomena tersebut merupakan kabut radiasi yang terjadi akibat pendinginan permukaan bumi secara cepat pada malam hari.

Pada kondisi langit cerah tanpa awan, lanjut dia, panas matahari yang tersimpan di permukaan tanah pada siang hari dilepaskan kembali ke atmosfer pada malam hari.

Ia mengatakan proses tersebut menyebabkan penurunan suhu secara cepat sehingga uap air di dekat permukaan berubah menjadi butiran air kecil yang melayang di udara dan membentuk kabut.

“Fenomena ini umum terjadi pada malam hingga pagi hari dan akan menghilang setelah matahari terbit serta mulai menghangatkan suhu udara,” katanya.

Ia mengatakan kondisi udara yang lebih dingin dapat dirasakan lebih nyaman oleh sebagian masyarakat, namun dapat pula menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga yang sensitif terhadap suhu rendah atau memiliki alergi dingin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Cegah DBD dengan 3M+, Gerak...

Pemkot Bandung Perbaiki Jembatan Penghubung di Dago

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Perbaiki Jem...
Daerah
Pemkot Bandung Fasilitasi 4...
Rona
Samsung Hadirkan Ponsel Lip...
Wisata
Kemenpar : Baju Kurung adal...
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

Event Akhir Pekan di Jakarta 1-2 Agustus: Dari Brightspot hingga JSD Blok M Fest

31 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.