Dorong Budaya Jalan Kaki, JPO JIS-Ancol Jadi Simbol Kota Ramah Pejalan
📅 Minggu, 25 Jan 2026, 16:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong transformasi Jakarta sebagai kota yang ramah pejalan kaki melalui pembangunan ekstensi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dengan kawasan Taman Impian Jaya Ancol di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Infrastruktur ini diproyeksikan menjadi pengungkit perubahan pola mobilitas warga dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik dan pergerakan non-motorized.
Pembangunan JPO tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, PT Jakarta Propertindo (Jakpro), dan PT Bank Tabungan Negara (BTN). Kesepakatan ini menegaskan arah pembangunan kota yang tidak hanya berorientasi pada kendaraan, tetapi juga pada keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai konektivitas antarkawasan harus dimulai dari akses paling dasar, yakni jalur pejalan kaki yang aman dan terintegrasi. Menurutnya, pembangunan JPO ini bukan sekadar penghubung fisik, melainkan bagian dari perubahan cara warga menikmati ruang kota.
"Kalau mau kota ini hidup, orang harus mau berjalan kaki. Dan orang mau berjalan kaki kalau aksesnya aman, nyaman, dan terkoneksi dengan transportasi publik," ujar Pramono.
Ia menekankan bahwa kawasan JIS-Ancol memiliki potensi besar menjadi contoh pengembangan urban berbasis walkability.
Sebaiknya Anda baca juga:
JPO sepanjang 466 meter ini diberi nama JPO Bersama BTN dan dirancang untuk menghubungkan dua kawasan dengan arus pengunjung tinggi. Kehadiran JPO ini memungkinkan masyarakat berpindah dari stadion, kawasan rekreasi, hingga simpul transportasi tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi.
Integrasi JPO dengan moda transportasi publik seperti Transjakarta dan rencana pengoperasian KRL di sekitar kawasan JIS dinilai akan memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan pola perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien, rendah emisi, dan minim kemacetan.
Selain mendukung mobilitas harian, JPO ini juga disiapkan untuk menghadapi lonjakan pengunjung saat penyelenggaraan acara besar. Konser, pertandingan internasional, hingga agenda perayaan 500 tahun Jakarta diperkirakan akan menjadikan kawasan JIS–Ancol sebagai titik keramaian utama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pramono menyebut, pembangunan infrastruktur pejalan kaki merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas hidup warga kota. Kota yang nyaman untuk berjalan kaki dinilai mampu mendorong aktivitas ekonomi, pariwisata, dan interaksi sosial secara bersamaan.
Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan JPO Bersama BTN rampung pada Mei dan dapat digunakan masyarakat mulai Juni. Dengan penyelesaian proyek ini, Jakarta Utara diharapkan memiliki wajah baru sebagai kawasan urban modern yang lebih manusiawi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan BUMN dalam proyek ini juga dinilai mencerminkan model pembangunan kota yang inklusif. Fokus tidak hanya pada infrastruktur besar, tetapi juga pada pengalaman sehari-hari warga yang menggunakan ruang kota.
Ke depan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memperluas pembangunan fasilitas pejalan kaki di berbagai wilayah. Upaya ini sejalan dengan visi menjadikan Jakarta sebagai kota global yang ramah lingkungan, nyaman ditinggali, dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!