Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

2100 Rusa Kutub Dihabisi, Penduduk Salahkan Serigala dari Russia

📅 Minggu, 25 Jan 2026, 00:01 WIB | Oleh:
2100 Rusa Kutub Dihabisi, Penduduk Salahkan Serigala dari Russia Doc: Istimewa
Ket. Peningkatan populasi serigala bertepatan dengan perang di Ukraina dimana banyak pemburu dikirim ke garis depan untuk bertempur.

HELSINKI - Suha Kujala tidak lagi tahu berapa banyak rusa kutub yang akan kembali ke peternakannya dari hutan setiap bulan Desember. Peternak berusia 54 tahun itu melepaskan hewan-hewannya ke alam liar di perbatasan Finlandia-Rusia sepanjang 830 mil setiap musim semi agar tumbuh gemuk dengan memakan lumut, rumput, dan jamur, sama seperti yang telah dilakukan nenek moyangnya selama beberapa generasi.

Namun sejak tahun 2022, penemuan mengerikan kerangka rusa kutub di dasar hutan telah mengganggu cara hidup kuno ini. Pelakunya, menurut Kujala: serigala dari Rusia.

Dari The Guardian, tak terpengaruh oleh ketegangan antara kedua negara yang dipicu oleh invasi Moskow ke Ukraina, hewan-hewan besar seperti serigala dan beruang bergerak bebas melintasi perbatasan yang dipenuhi hutan lebat. Sebagian besar tidak diperhatikan, tetapi di sisi Finlandia, serangan serigala terhadap rusa kutub yang mencapai rekor tertinggi tahun lalu telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan beberapa penggembala.

Mereka menduga bahwa populasi serigala Rusia meningkat pesat setelah para pemburu dikirim ke garis depan di Ukraina, yang mendorong predator tersebut untuk mencari wilayah baru di Finlandia .

“Tahun lalu merupakan tahun terburuk yang pernah terjadi terkait serangan serigala di daerah ini. Rusa kutub adalah mangsa yang mudah bagi mereka,” kata Kujala, yang rusa kutubnya menghabiskan musim dingin di peternakannya dekat Kuusamo.

“Anda bisa melihat tanda-tanda bahwa itu adalah serigala: mereka menyerang tenggorokan dan kaki. Setelah melihat cukup banyak bangkai, Anda bisa tahu.”

“Rumah saya berjarak 38 km dari perbatasan Rusia. Saat turun salju, Anda bisa melihat jejak-jejak yang berasal dari sisi mereka,” tambahnya.

Menurut Asosiasi Peternak Rusa Kutub Finlandia, rekor 2.124 rusa kutub dibunuh oleh serigala pada tahun 2025, dan mereka mengatakan bahwa jumlah yang ditemukan kemungkinan hanya sebagian kecil dari total sebenarnya. Banyak yang membagikan foto kerangka yang mereka temukan di hutan, yang seringkali telah dikunyah hingga hanya tersisa tulangnya.

Meskipun para penggembala mencurigai serigala Rusia sebagai penyebabnya, pihak berwenang mengatakan sulit untuk memastikan alasan di balik peningkatan jumlah predator tersebut.

Hampir tidak ada kontak di perbatasan antara Finlandia dan Rusia, dan mustahil untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan mendasar dari pihak Rusia tentang apa yang mungkin berada di balik peningkatan serangan tersebut. Para peternak Finlandia mengatakan bahwa mereka tidak lagi dapat mengumpulkan rusa kutub yang telah menyeberangi perbatasan, yang merupakan hal biasa sebelum invasi Rusia ke Ukraina.

Hingga Juni lalu, serigala merupakan spesies yang dilindungi secara ketat di Uni Eropa setelah hampir punah karena perburuan di banyak negara. Namun, tingkat konservasinya diturunkan setelah jumlahnya hampir berlipat ganda di seluruh Eropa dari 11.193 menjadi 20.300 antara tahun 2012 dan 2023. Diperkirakan sekitar 65.500 ternak dibunuh setiap tahunnya oleh predator ini, yang mendorong beberapa negara Uni Eropa untuk meningkatkan pembunuhan massal .

Finlandia mencabut larangan perburuan serigala pada awal tahun 2026, dan sebagai gantinya menerapkan sistem kuota perburuan untuk membatasi pertumbuhan populasi.

Ilpo Kojola, seorang spesialis serigala dari Institut Sumber Daya Alam Finlandia, mengatakan: “Serigala adalah spesies yang dapat berkembang biak dengan cepat. Populasi mereka biasanya cukup terbatas karena perburuan di Rusia, jadi mungkin saja perang di Ukraina berperan dalam perubahan tersebut.”

“Namun, mustahil untuk mengambil kesimpulan pasti karena, tentu saja, mungkin ada alasan lain yang belum kita miliki bukti kuatnya.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
PT KAI Tambah Sembilan Perj...
Olahraga
PSIM Berharap Punggawanya S...
Megapolitan
Kawasan Unggulan Harus Teru...
Megapolitan
Akhirnya LRT Velodrome-Mang...

Pramono Minta Iwapi Perkuat Pembangunan Ekonomi Ibu Kota

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pramono Minta Iwapi Perkuat...
Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

Polri Geledah 12 Lokasi dalam Penyidikan Dugaan Korupsi PLN, Asabri, dan Krakatau Steel

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.