Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tari Enjot-Enjotan Betawi Bukan Hanya Hibur Masyarakat, Tapi Ada Gerak Lincah Silat

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 17:46 WIB | Oleh:
Tari Enjot-Enjotan Betawi Bukan Hanya Hibur Masyarakat, Tapi Ada Gerak Lincah Silat Doc: Antara/HO-Disbud DKI Jakarta.
Ket. Tangkapan layar penari membawakan Tari Enjot-Enjotan. Tarian khas Betawi ini dilakukan berpasangan.

JAKARTA - Tari Enjot-Enjotan dari Betawi bukan sekadar tarian dengan gerakan lincah untuk menghibur masyarakat tetapi juga terdapat gerak silat sebagai bagian dari upaya melindungi diri sang penari.

"Tari ini ada gerak silat, karena kalau dulu suka ada orang luar yang 'ngibing' (ikut menari), kita (penari) harus bisa bela diri kalau laki-laki itu iseng," kata Maestro Tari Betawi, Kartini Kisam dalam siniar budaya yang diadakan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Rabu (21/1).

Bentuk perlindungan diri juga diwujudkan dalam busana penari di masa lalu. Pakaian penari wanita yang merupakan kebaya ditambah selendang yang bagian ujungnya diikatkan kunci rumah.

Tujuannya, kata Kartini, apabila ada penonton lelaki yang bertindak iseng, maka penari bisa mengibas ujung selendang padanya. "Filosofi pakaian bukan sekadar untuk pemanis tetapi aja filosofi untuk menjaga diri," katanya.

Pakaiannya tidak hanya kebaya, tetapi juga ditambah selendang yang diikat kunci-kunci rumah di bagian ujung. "Jadi kalau ada laki-laki yang iseng itu dikepret. Selendang dimainkan (dikepret), buat menjaga kami (penari)," katanya.

Kartini lalu mengemukakan, Tari Enjot-Enjotan yang berasal dari rumpun Topeng Betawi dan karenanya diiringi gamelan musik topeng, dilakukan berpasangan. Penari bukan hanya menari tetapi juga menyanyi.

Nantinya masing-masing mereka menyanyi secara bergantian selama membawakan tarian.
Pada masa lalu, penari bahkan juga diharuskan belajar memainkan musik.

Apabila nanti pemusik berhalangan hadir saat pertunjukan, maka ada penari yang bisa menggantikan.

Kini Tari Enjot-Enjotan masih terus dilestarikan agar dikenal generasi muda. Tahun lalu, tari ini bersama 9 karya budaya asal DKI Jakarta lainnya tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) tahun 2025.

Kartini yang sudah mempelajari tarian tersebut sejak tahun 1970 dari sang nenek mengaku bangga dan bersyukur.

Ini tari dari pinggiran kota, dan dia bangga bisa diakui oleh pemerintah. "Merasa bersyukur berarti hasil latihan tidak sia-sia biar bisa membanggakan orang tua dan nenek saya yang sudah tiada," kata dia.

Dia berharap tarian Betawi lainnya juga dapat tercatat dalam warisan budaya dan lestari.

Lalu, sebagai bagian upaya pelestarian tari Betawi khususnya Enjot-Enjotan, Kartini selama beberapa tahun ini aktif mengajar di sekolah, mengenalkan Tari Enjot-Enjotan untuk mahasiswa dan generasi muda.

"Saya mengenalkan musiknya (tempo) dulu baru mengajari gerakannya. Karena kalau tidak paham musiknya, agak sulit (menari Enjot-Enjotan)," kata dia.

Sejak tahun 2013-2025, tercatat 95 karya budaya dari Jakarta sudah ditetapkan sebagai WBTb Indonesia oleh Kementerian Kebudayaan, yang menandakan kekayaan dan keragaman budaya senantiasa hidup di tengah masyarakat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Daerah
BNPB Umumkan Banjir di Kota...
Megapolitan
Pemprov DKI Gencarkan Hujan...
Luar Negeri
WFP Peringatkan El Nino Bis...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.