Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Pendaki Saksikan Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

📅 Rabu, 21 Jan 2026, 00:30 WIB | Oleh:
Dua Pendaki Saksikan Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Doc: Humas SAR Makassar

JAKARTA - Dua pendaki Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, menjadi saksi mata kecelakaan pesawat ATR 42-500. Keduanya menyaksikan langsung detik-detik pesawat jatuh pada Sabtu (17/1).

Pendaki tersebut bernama Reski, 20 tahun, dan Muslimin, 18 tahun, yang saat itu berada di kawasan puncak gunung. Mereka mengaku melihat dan mendengar langsung momen sebelum pesawat mengalami kecelakaan.

Reski menuturkan, awalnya mereka mendengar suara pesawat dari kejauhan yang mengarah ke posisi mereka. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan disertai api dan asap hitam.

“Di puncak gunung Bulusaraung, terus kami mendengar suara pesawat dari jauh yang mendekat ke arah kami. Terus kamu mendegar suara ledakan yang disertai dengan api dan asap hitam yang hampir mengenai kami serpihannya,” kata Risky, Selasa (20/1).

Keduanya langsung berlindung karena serpihan material sempat mengarah ke lokasi mereka. “Pas serpihannya hampir mengenai kami. Teman saya reflek untuk menarik, untuk berlindung,” ujar dia.

Dia juga mengatakan sesaat setelah kejadian langsung mendokumentasikannya sebagai barang bukti untuk dilaporkan ke pihak berwenang. “Terus setelah kejadian itu, kami langsung mendokumentasi untuk barang bukti,” ucap dia.

Reski mengatakan kondisi Gunung Bulusaraung saat kejadian sedang diselimuti kabut tebal. Lokasinya jatuhnya pesawat juga sulit dijangkau karena berada di area tebing.

Setelah sempat mendokumentasikan lokasi jatuhnya pesawat, Reski dan Muslimin turun gunung. Keduanya kemudian langsung melaporkan temuan tersebut ke posko pendakian.

“Pertama-tama kami turun, perjalanan kurang lebih satu setengah jam. Terus pas kamu buka handphone, kami lihat berita ada pesawat hilang kontak, disitu kami langsung menyampaikan,” ucap Reski.

Dia memperkirakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Mereka berdua juga berada di lokasi sekitar satu jam untuk memastikan kondisi sebelum turun gunung.

Meski berada cukup dekat, Reski mengaku tidak dapat melihat badan pesawat secara jelas karena kabut tebal. “Itu tidak terlihat karenakan kabut,” ujar Reski. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.