Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menhut Pertegas Komitmen Perlindungan Hayati dengan Royal Foundation

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 08:00 WIB | Oleh:
Menhut Pertegas Komitmen Perlindungan Hayati dengan Royal Foundation Doc: antara foto
Ket. Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat menggelar pertemuan dengan Royal Foundation di London, Inggris, kemarin.

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa dalam pertemuan bersama Royal Foundation di London, Inggris.

Menhut, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1), mengatakan pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional.

Menurutnya, kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem.

"Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati," kata Raja Antoni.

Pada November 2025, dalam United for Wildlife Global Summit di Brasil, Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, dengan kemajuan signifikan sepanjang 2025.

"Sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum," kata Menhut.

Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah, imbuhnya.

Selain itu, Indonesia fokus mengurangi konflik manusia dan satwa liar, khususnya konflik manusia-gajah di Sumatra.

"Peta jalan mitigasi konflik manusia-gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030," ujar Raja Antoni.

Dalam menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya.

Langkah ini dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara.

Selain itu, Indonesia juga memperketat penegakan hukum serta bekerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring.

"Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik," ujar Menhut.

Adapun kehadiran Menhut Antoni di London untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) Breakfast discussion bersama King Charles III pada 21 Januari 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.