Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Hukum 69 Pejabat Senior

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Hukum 69 Pejabat Senior Doc: AFP/LUDOVIC MARIN
Ket. Xi Jinping

BEIJING - Badan antikorupsi tertinggi Tiongkok pada hari Sabtu (17/1) lalu menyatakan bahwa hampir satu juta orang dikenai sanksi tindak disiplin karena kasus korupsi sepanjang tahun 2025.

Sebuah pernyataan yang dirilis oleh Komisi Pusat untuk Inspeksi Kedisiplinan (CCDI) mengatakan bahwa 983.000 orang menerima hukuman disiplin untuk berbagai masalah tahun lalu, menandai peningkatan 10,6 persen dari 889.000 orang yang dikenai sanksi disiplin pada tahun sebelumnya.

“Sebanyak 115 pejabat senior di tingkat provinsi dan kementerian ditempatkan di bawah penyelidikan, dengan 69 di antaranya menerima hukuman,” kata CCDI.

Daftar terbaru ini diperluas dari pejabat pemerintah senior hingga mantan pimpinan universitas dan perusahaan milik negara, tambah badan tersebut.

Kampanye tersebut juga menargetkan buronan luar negeri dan korupsi tingkat akar rumput di kalangan pejabat tingkat rendah, yang dijuluki "lalat", seiring dengan perluasan pengawasan Beijing ke lebih banyak sektor dan industri.

Dalam pidatonya pada 12 Januari lalu, Presiden Tiongkok, Xi Jinping, mengatakan bahwa perjuangan melawan korupsi tetap berat dan kompleks, sambil menyerukan sikap tekanan tinggi yang tak tergoyahkan.

Tiongkok harus mendorong upaya anti-korupsi dengan tekad yang lebih kuat dan menemukan cara-cara inovatif untuk mengatasi tren korupsi baru apa pun, kata Presiden Xi saat sesi pleno CCDI.

“Korupsi adalah penghalang dan batu sandungan bagi pembangunan Partai dan bangsa,” tegas dia. “Perjuangan melawan korupsi adalah pertempuran besar yang kita tidak boleh kalah dan kita tidak boleh dikalahkan,” imbuh dia.

Kampanye antikorupsi yang dilancarkannya terus berlanjut. Pada Oktober lalu, dua pemimpin militer Tiongkok berpangkat tinggi dipecat dari Partai Komunis yang berkuasa dan militer atas tuduhan korupsi.

Dalam kampanye antikorupsi Tiongkok tahun 2025, pihak berwenang menyelidiki 33.000 individu karena menawarkan suap dan menyerahkan 4.306 kasus di antaranya kepada jaksa penuntut.

Menurut CCDI, angka tersebut meningkat dari 26.000 investigasi dan tercatat 4.271 kasus berhasil digiring ke jaksa penuntut pada tahun 2024. CNA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Kemenkes: 3 Juta Orang Terp...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Desak Dunia La...

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.