Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KUR Ngebut di 2025, Dana Rp270 Triliun Mengalir ke UMKM

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 18:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
KUR Ngebut di 2025, Dana Rp270 Triliun Mengalir ke UMKM Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Kredit Usaha Rakyat (KUR).

JAKARTA – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) memegang peran penting dalam menjaga denyut usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di tengah tekanan biaya dan ketidakpastian ekonomi, KUR menjadi bantalan pembiayaan agar pelaku usaha tetap bisa bergerak dan bertahan.

Dengan bunga yang relatif terjangkau, program ini tidak hanya membantu permodalan, tetapi juga menjaga roda ekonomi daerah tetap berputar, selama penyalurannya tepat sasaran dan disertai pendampingan yang memadai.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2025 mencapai Rp270 triliun atau 96 persen dari target Rp280 triliun yang ditetapkan.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, yang membidangi perindustrian, UMKM, ekonomi kreatif, dan sarana publikasi di Jakarta, Selasa (20/1), menyampaikan bahwa penyaluran tersebut menjangkau 4,58 juta debitur, dengan 2,7 juta di antaranya merupakan debitur baru.

“Artinya, capaian debitur baru melampaui target yaitu menjadi 117 persen,” ujar Maman.

Selain itu, Maman menyampaikan Kementerian UMKM juga berhasil memenuhi target peningkatan debitur graduasi atau naik kelas, dengan realisasi mencapai 131 persen.

Maman mengatakan potensi penyerapan tenaga kerja dari program KUR diperkirakan antara 7,7 juta hingga 11,6 juta orang, berdasarkan riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang menyebut setiap debitur KUR rata-rata mampu menyerap 2–3 tenaga kerja.

Ia menambahkan bahwa 2025 menjadi tahun bersejarah bagi program KUR karena untuk pertama kalinya alokasi dana ke sektor produksi mencapai 60,7 persen atau setara Rp163 triliun. Angka ini melampaui target 60 persen yang ditetapkan.

Meski capaian penyaluran KUR dinilai positif, Maman mengingatkan bahwa mayoritas tenaga kerja yang terserap masih berada di sektor informal.

Dari total potensi penyerapan 7,7 juta hingga 11,6 juta orang, sebagian besar tenaga kerja tersebut belum masuk ke sektor formal.

“Ini menjadi catatan evaluasi bagi kami. Ke depan, kami akan merumuskan strategi agar tenaga kerja hasil program KUR dapat masuk ke sektor formal sehingga jaminan dan perlindungan lebih baik,” katanya.

Selain pembiayaan, Kementerian UMKM juga menekankan pentingnya kemudahan izin berusaha dan peningkatan daya saing melalui sertifikasi.

Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 3 juta penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang menjadi kewenangan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), 2,8 juta sertifikasi halal yang diterbitkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta lebih dari 1 juta sertifikasi SNI Bina UMK (skema pembinaan penerapan Standar Nasional Indonesia/SNI yang khusus ditujukan untuk Usaha Mikro dan Kecil/UMK) yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Menteri UMKM menegaskan meski ketiga sertifikasi tersebut bukan kewenangan langsung Kementerian UMKM, pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada lembaga terkait agar jumlah sertifikasi terus meningkat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Megapolitan
Hati-hati Warga Kota Tanger...
Megapolitan
Pengusaha, Investor, dan Wa...
Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

2 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.