Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tempe Didorong PHRI Berpotensi jadi Identitas Wisata Kuliner RI

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 07:13 WIB | Oleh:
Tempe Didorong PHRI Berpotensi jadi Identitas Wisata Kuliner RI Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi BS Sukamdani menyampaikan paparan mengenai transformasi tempe menjadi hidangan premium dalam Seminar Nasional Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional, di Jakarta, Senin (27/7).

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menilai tempe berpotensi menjadi salah satu identitas wisata kuliner Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi melalui pengembangan menu di hotel dan restoran.

Ketua Umum PHRI Hariyadi BS Sukamdani mengatakan hotel dan restoran memiliki posisi strategis untuk memperkenalkan tempe kepada wisatawan karena menjadi ruang pertemuan antara pariwisata, budaya, dan kuliner.

“Di hotel itu ketemu-lah yang namanya wisata, ketemu yang namanya budaya, dan ketemu yang namanya kuliner. Sehingga di sini akan memberikan pengalaman bagi tamu-tamu yang berinteraksi di hotel dan restoran,” kata Hariyadi dalam Seminar Nasional Menguatkan Ketahanan Pangan Nasional, di Jakarta, Senin (27/7).

Menurut dia, tempe memiliki sejarah, pengetahuan tradisional, proses fermentasi khas Indonesia, dan kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan jenama kuliner nasional.

Hariyadi membandingkan potensi tersebut dengan sejumlah pangan yang telah melekat sebagai identitas negara, seperti kimchi dari Korea Selatan, tom yum dari Tailan, sushi dari Jepang, dan pizza dari Italia.

“Apakah tempe itu bisa menjadi identitas Indonesia? Jawabannya sangat bisa,” ujarnya pula.

Ia menyebut tempe kini tidak hanya disajikan sebagai lauk atau makanan pendamping, tetapi mulai diolah menjadi beragam menu bernilai tambah di hotel dan restoran.

Produk tersebut, antara lain burger tempe, steak tempe, tempe Wellington, tempe katsu sando, tempe carpaccio, serta menu berbasis tempe lainnya yang dikembangkan melalui kreativitas para juru masak.

Tempe juga semakin banyak ditempatkan sebagai menu sehat dan sumber protein nabati dalam sajian prasmanan, menu sarapan, serta bagian khusus bagi konsumen vegetarian.

“Tempe dulu dianggap makanan yang tidak premium. Sekarang sudah naik peringkatnya, hotel-hotel dan restoran dengan bangga juga menyajikan tempe,” ujar dia.

Selain dikonsumsi di hotel dan restoran, produk olahan tempe dapat dikembangkan sebagai buah tangan melalui kerja sama dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut dia, kolaborasi tersebut dapat memperluas pasar produk tempe sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi produsen dan pengolah pangan lokal.

Hariyadi mengatakan wisatawan juga menunjukkan minat terhadap makanan tradisional Indonesia, termasuk tempe, sehingga pengembangan ragam sajian dapat memperkuat pengalaman wisata kuliner.

Meski demikian, penguatan industri tempe perlu diiringi peningkatan produksi kedelai dalam negeri, karena sebagian besar kebutuhan bahan bakunya masih dipenuhi melalui impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Meriahnya Pembukaan Asian P...
Rona
Tips Menjalankan Bisnis War...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.