Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trump Terapkan Tarif ke 8 Negara yang Menentang Pembelian Greenland

📅 Senin, 19 Jan 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Trump Terapkan Tarif ke 8 Negara yang Menentang Pembelian Greenland Doc: ANDREW CABALLERO -REYNOLDS/AFP
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump.

WEST PALM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump pada Sabtu (17/1) berjanji akan menerapkan gelombang peningkatan tarif terhadap sekutu-sekutu Eropa hingga AS diizinkan membeli Greenland. Hal itu meningkatlan tensi perselisihan akan masa depan pulau Arktik Denmark yang luas itu.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan bahwa tarif impor tambahan sebesar 10 persen akan berlaku mulai 1 Februari untuk barang-barang dari delapan negara Eropa.

Tarif tersebut akan meningkat menjadi 25 persen pada 1 Juni dan akan berlanjut hingga kesepakatan tercapai bagi AS untuk membeli Greenland.

Ancaman Trump muncul ketika ribuan orang berunjuk rasa di ibu kota Greenland menentang keinginannya untuk mengakuisisi pulau kaya mineral di gerbang menuju Arktik. Ribuan lainnya berunjuk rasa di Kopenhagen dan kota-kota Denmark lainnya.

Trump mengarahkan kemarahannya kepada Denmark, sesama anggota NATO (North Atlantic Treaty Organization), serta beberapa negara Eropa yang telah mengerahkan pasukan dalam beberapa hari terakhir ke wilayah otonom yang luas dengan populasi 57.000 jiwa.

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen dan Antonio Costa, Presiden Dewan Eropa, mengeluarkan pernyataan bersama: “Tarif akan merusak hubungan transatlantik. Eropa akan tetap bersatu, terkoordinasi, dan berkomitmen untuk menjunjung tinggi kedaulatannya,” tulis mereka dalam sebuah unggahan di media sosial.

Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah pejabat Denmark dan Greenland mengadakan pembicaraan di Washington mengenai upaya Trump untuk mengakuisisi wilayah tersebut, tanpa mencapai kesepakatan.

“Uni Eropa sepenuhnya bersolidaritas dengan Denmark dan rakyat Greenland,” demikian pernyataan Uni Eropa.

“Dialog tetap penting, dan kami berkomitmen untuk melanjutkan proses yang telah dimulai pekan lalu antara Kerajaan Denmark dan AS,” sebutnya.

Mulai 1 Februari, Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris Raya, Belanda, dan Finlandia akan dikenakan tarif 10 persen untuk semua barang yang dikirim ke AS. “Pada 1 Juni 2026, tarif akan dinaikkan menjadi 25 persen. Tarif ini akan berlaku dan harus dibayar sampai kesepakatan tercapai untuk pembelian Greenland secara lengkap dan total,” tulis Trump.

“Negara-negara ini, yang memainkan permainan yang sangat berbahaya ini, telah menempatkan tingkat risiko yang tidak dapat diterima atau berkelanjutan,” kata Trump.

Oleh karena itu, sangat penting bahwa, untuk melindungi perdamaian dan keamanan global, tindakan tegas harus diambil agar situasi yang berpotensi berbahaya ini berakhir dengan cepat, dan tanpa keraguan.

Trump menambahkan bahwa dia "segera terbuka untuk bernegosiasi dengan Denmark dan/atau negara-negara tersebut.

Denmark menyebut pengumuman Trump sebagai "kejutan", Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan itu "sama sekali salah", dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan: "Ancaman tarif tidak dapat diterima dan tidak memiliki tempat dalam konteks ini."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

Indonesia Vs Oman 3-0, Tambah Gol Keunggulan dari Kaki Ragnar Oratmangoen di Babak Kedua

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.