Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Bangli Perketat Pengawasan, Kintamani Digenjot Jadi Mesin Retribusi Daerah

📅 Senin, 19 Jan 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Bangli Perketat Pengawasan, Kintamani Digenjot Jadi Mesin Retribusi Daerah Doc: Antara
Ket. Lanskap indah kaldera Danau Batur dan Gunung Abang di Kintamani, Kabupaten Bangli, Bangli.

Bangli, Bali - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali, akan memperketat pengawasan untuk menggenjot retribusi wisatawan di kawasan wisata Kintamani.

“Kami juga mengajak seluruh stakeholder untuk membantu meningkatkan PAD dari sektor retribusi pariwisata,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli I Wayan Dirga Yusa di Bangli, Bali, Senin (19/1).

Salah satu upaya yang akan dilaksanakan yaitu menambah digitalisasi tiket untuk menutup celah wisatawan masuk melalui jalur alternatif dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Ia juga mengajak masyarakat ikut berpartisipasi melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila ada oknum petugas yang melakukan tindakan merugikan pendapatan daerah.

Dirga Yusa menambahkan langkah itu sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan terkait “kebocoran” pungutan pariwisata di Bangli.

“‘Kebocoran’ yang dimaksud adalah kebocoran potensi, bukan hilangnya uang yang sudah dipungut,” ucapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan survei Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bangli, diperkirakan ada pengunjung yang masuk lewat jalur alternatif atau di luar jam jaga petugas sehingga menyebabkan potensi pendapatan menjadi bocor.

Dirga menambahkan pungutan retribusi di daya tarik wisata salah satunya di Kintamani sudah memiliki dasar hukum yang kuat yaitu Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2022, UU Nomor 23 Tahun 2014, UU Nomor 18 Tahun 2025, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2023, dan SK Bupati No. 556/803 tahun 2018.

Berdasarkan lampiran II Perda Nomor 5 tahun 2023, retribusi per orang di daya tarik wisata di wilayah Kecamatan Kintamani untuk warga negara asing (WNA) sebesar Rp50 ribu, anak-anak Rp30 ribu.

Warga negara Indonesia (WNI) dewasa Rp25 ribu, anak-anak Rp15 ribu, serta WNI lokal Bali Rp10 ribu untuk dewasa dan Rp5 ribu untuk anak-anak.

“Kami terus berupaya untuk berbenah memperbaiki sistem dan sumber daya manusia agar Pariwisata Bangli semakin berkualitas,” imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.