Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov DKI Jakarta Resmi Ringankan Pajak Kendaraan Lama, Daya Beli Warga Dijaga

2 Selasa, 30 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh:
Pemprov DKI Jakarta Resmi Ringankan Pajak Kendaraan Lama, Daya Beli Warga Dijaga Pemprov DKI Jakarta Resmi Ringankan Pajak Kendaraan Lama, Daya Beli Warga Dijaga Doc: JAKI

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan kebijakan relaksasi pajak daerah pada tahun 2025. Fokus utama kebijakan ini adalah memberikan keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) bagi pemilik kendaraan lama atau sederhana.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kendaraan bermotor dengan nilai di bawah harga pasar berhak memperoleh pengurangan PKB. Langkah ini ditujukan untuk memastikan pajak lebih sesuai dengan kondisi riil kendaraan di lapangan.

“Harapannya ini dapat membantu masyarakat yang memiliki kendaraan lama atau sederhana agar tetap bisa membayar pajak dengan lebih ringan,” ujar Pramono. Kebijakan ini dianggap sebagai solusi nyata untuk menekan beban pajak warga Jakarta.

Selain keringanan PKB, Pemprov tetap mempertahankan pembebasan pajak yang sudah berlaku sebelumnya. Misalnya pembebasan PBB bagi veteran, keluarga tidak mampu, serta korban bencana alam.

Beberapa kategori pembebasan bahkan diberikan secara otomatis tanpa perlu melalui proses pengajuan. Hal ini dipandang sebagai cara efektif mempermudah masyarakat yang berhak mendapatkan keringanan pajak.

Dengan relaksasi pajak ini, beban pemilik kendaraan lama di Jakarta dipastikan menjadi lebih ringan. Pada saat yang sama, pemerintah berharap tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat.

Insentif pajak juga dinilai mampu menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Pemprov DKI berharap langkah ini mendorong perputaran ekonomi daerah agar tetap stabil.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, menegaskan penerimaan daerah tetap dalam kondisi aman. Menurutnya, pemberian insentif pajak tidak akan mengganggu kas daerah.

“Untuk 2025, sudah dilakukan percepatan pengadaan barang dan jasa. Begitu APBD perubahan diketok, dana akan langsung dikucurkan. Jadi tidak ada masalah dari sisi fiskal,” kata Lusiana.

Melalui kebijakan baru ini, Pemprov DKI ingin memastikan masyarakat lebih disiplin dalam membayar kewajiban pajaknya. Dengan begitu, roda perekonomian Jakarta diharapkan tetap bergerak meski menghadapi tantangan global.

“Yang paling utama adalah menggairahkan pasar. Karena bagaimanapun, dalam situasi seperti sekarang, pemerintah perlu memberikan stimulan agar aktivitas ekonomi terus bergerak,” tegas Pramono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Dua Tahun Lalu Alvin Tedjo,...
Ekonomi
CELIOS: Perluasan Pajak Dig...
Luar Negeri
Warga Asli Minang Itu Menja...

The Weeknd Rilis Single “Hong Kong”

2 jam lalu | Ilham Sudrajat

Rona
The Weeknd Rilis Single “...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada   

Warga Asli Minang Itu Menjadi Orang Nomor Satu di Kota Mississauda, Kanada  

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.