SPKLU Makin Ramai, Jalan ke Dekarbonisasi Kian Kebuka
📅 Minggu, 18 Jan 2026, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ HO-Humas PLN UID Aceh
JAKARTA – Keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) kini makin mudah ditemui. Dari rest area tol, pusat perbelanjaan, hingga kawasan perkantoran, titik-titik pengisian listrik mulai tumbuh masif seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.
Kondisi ini bikin pengguna mobil listrik tak lagi dihantui rasa waswas soal kehabisan daya di tengah jalan. Tinggal buka peta, cari SPKLU terdekat, colok, lalu ngopi sebentar sambil menunggu baterai terisi.
Masifnya pembangunan SPKLU juga menandakan arah baru sektor transportasi nasional. Pemerintah dan pelaku usaha terlihat makin serius membangun ekosistem kendaraan listrik, bukan hanya menjual unit, tapi juga memastikan infrastrukturnya siap dipakai harian.
Pelan tapi pasti, SPKLU mulai jadi bagian dari pemandangan kota. Kehadirannya bukan lagi sekadar simbol teknologi ramah lingkungan, melainkan penopang gaya hidup baru yang lebih hemat energi dan rendah emisi.
Dengan jaringan yang terus bertambah, kendaraan listrik tak lagi terasa seperti barang masa depan. Ia sudah hadir hari ini—dan SPKLU menjadi colokan penting yang menjaga roda mobilitas tetap berputar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra meyakini keberadaan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), yang masif, bakal mempercepat pencapaian target dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu (18/1), SPKLU memiliki keunggulan fleksibilitas lokasi dibandingkan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), karena dapat dibangun di mana saja selama tersedia jaringan listrik.
"Saya berharap ekosistem ini terus dikembangkan untuk mendukung target dekarbonisasi dan pertumbuhan ekonomi sebesar delapan persen," katanya dalam kunjungan kerjanya ke SPKLU PLN di Braga, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan itu, Hangga, panggilannya, memberikan apresiasi atas perkembangan infrastruktur kelistrikan, yang agresif di Jawa Barat, terutama dengan memanfaatkan pasokan listrik yang sudah 33 persen berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Pertumbuhan kendaraan listrik (EV) di Jawa Barat menunjukkan tren yang masif, dengan 22 persen dari total penjualan listrik nasional saat ini berasal dari wilayah kerja PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.
Hingga Desember 2025, PLN telah mengoperasikan 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis, termasuk penyediaan unit ultra fast charging di seluruh rest area jalur Tol Trans-Jawa guna melayani mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan lintas kota.
Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat Krisantus H Setyawan menjelaskan penambahan SPKLU merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap program dekarbonisasi pemerintah.
Menurut dia, PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian tetap, tetapi juga menyiapkan layanan SPKLU Mobile bagi pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bandung Donna Sinatra memaparkan hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 400.625 kali transaksi pengisian daya dengan total energi tersalurkan mencapai 9.481.373 kWh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!