Palembang Sulap Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Bergerak
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 18:30 WIB | Oleh: Tim PenulisPALEMBANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mulai mengubah sampah menjadi energi listrik yang diolah di fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Kamis (1/10), mengatakan PSEL itu sudah dioperasikan dan telah memulai tahap pembakaran sampah perdana sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate pada 23 September 2026.
"Ada sebanyak 1.100 ton sampah yang dibakar dalam uji coba pembakaran perdana tersebut," katanya.
Dia mengatakan PSEL Keramasan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditunjuk sebagai salah satu percontohan di tingkat nasional.
"PSEL bukan sekedar fasilitas pengolahan sampah. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," katanya.
Ratu Dewa mengatakan sejak 1 September 2026, Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai melakukan suplai sampah ke fasilitas PSEL yang berada di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati tersebut.
Sampah yang sebelumnya diangkut menuju TPA Sukawinatan mulai diarahkan secara bertahap ke fasilitas PSEL untuk mendukung persiapan pengoperasian fasilitas.
Selama periode 1-23 September 2026, kata dia, DLH Kota Palembang telah melakukan pengaturan armada dan ritase pengangkutan sekaligus memastikan proses penerimaan, penimbangan, dan pencatatan tonase sampah berjalan dengan baik.
Tahapan itu, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku dan kesiapan sistem penerimaan sampah di PSEL berjalan optimal.
"Pemkot Palembang melakukan berbagai persiapan untuk memastikan ketersediaan bahan baku berupa sampah yang akan diolah di fasilitas PSEL. Sistem suplai sampah dilakukan melalui armada pengangkutan sampah yang selama ini melayani wilayah Kota Palembang. Armada diarahkan untuk mengoptimalkan ritase pengangkutan," kata Dewa.
Dalam pelaksanaannya, setiap kendaraan yang masuk ke fasilitas PSEL melalui proses pemeriksaan dan penimbangan.
Data berat sampah menjadi salah satu dasar pencatatan jumlah sampah yang diterima dan akan digunakan dalam evaluasi sistem suplai sampah.
"Setelah melalui proses penimbangan, sampah yang diterima selanjutnya diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah. Sampah kemudian dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate," katanya menjelaskan.
Rangkaian proses tersebut menjadi bagian dari sistem pengolahan yang dirancang untuk mengurangi volume sampah sekaligus memanfaatkan kandungan energi dari sampah untuk menghasilkan energi listrik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!