Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paspor Singapura Kembali Dinobatkan sebagai yang Terkuat di Dunia

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 01:00 WIB | Oleh:
Paspor Singapura Kembali Dinobatkan sebagai yang Terkuat di Dunia Doc: AFP/Roslan RAHMAN
Ket. ilustrasi paspor Singapura, beberapa waktu lalu.

SINGAPURA – Warga Singapura kembali memegang paspor terkuat di dunia, dengan akses ke lebih dari 190 destinasi tanpa perlu mengurus visa sebelum bepergian.

Dikutip dari The Straits Times pada Selasa (13/1), hal ini menempatkan Singapura di peringkat teratas Indeks Paspor Henley 2026, dengan fasilitas bebas visa atau visa saat kedatangan ke 192 dari total 227 destinasi di dunia.

Di antara negara-negara kawasan, Malaysia juga mencatatkan kinerja kuat dengan masuk dalam 10 besar indeks yang dirilis pada 13 Januari. Paspor Malaysia memberikan akses ke 180 destinasi.

Jepang dan Korea Selatan menempati peringkat kedua bersama, masing-masing menawarkan akses bebas visa ke 188 destinasi.

Sejumlah negara Eropa menyusul di posisi ketiga bersama, yakni Denmark, Luksemburg, Spanyol, Swedia, dan Swiss, yang masing-masing memiliki akses ke 186 destinasi.

Setelah itu, terdapat kelompok yang belum pernah terjadi sebelumnya, yakni 10 negara Eropa yang berada di peringkat keempat bersama.

Uni Emirat Arab (UEA) menempati peringkat kelima bersama empat negara Eropa, termasuk Portugal.

Selandia Baru menempati peringkat keenam bersama lima negara Eropa lainnya, termasuk Polandia, sementara Australia berada di posisi ketujuh bersama tiga negara Eropa, termasuk Inggris.

Kanada berada di peringkat kedelapan bersama dua negara Eropa, termasuk Islandia. Malaysia menempati posisi kesembilan, sedangkan Amerika Serikat (AS) berada di peringkat ke-10.

Di sisi lain daftar tersebut, Afghanistan menempati peringkat terakhir, dengan paspornya hanya memberikan akses bebas visa atau visa saat kedatangan ke 24 destinasi. Negara itu juga berada di posisi terbawah dalam edisi indeks Januari dan Juli 2025.

Paspor Singapura juga menduduki peringkat teratas dalam edisi Januari dan Juli 2025 yang dirilis Henley & Partners, perusahaan konsultan yang bergerak di bidang perencanaan residensi dan kewarganegaraan.

Menurut laporan Juli 2025, warga Singapura memiliki akses ke 193 destinasi, sementara dalam edisi Januari 2025 mereka memiliki akses bebas visa atau visa saat kedatangan ke 195 destinasi.

Selama setahun terakhir, Singapura kehilangan akses ke Pakistan, Mauritania, Somalia, dan Bolivia, namun memperoleh akses bebas visa ke Papua Nugini.

Indeks terbaru menandai kembalinya AS ke 10 besar setelah sempat keluar pada akhir 2025. “Namun, pemulihan ini menutupi penurunan jangka panjang baik bagi AS maupun Inggris, yang pernah bersama-sama menempati peringkat pertama pada 2014,” kata Henley & Partners.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kenaikan biaya harga pakan ayam

2 jam lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Kenaikan biaya harga pakan ...

Pameran Indofest 2026

2 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pameran Indofest 2026

Pendaftaran SMPB di Jateng

2 jam lalu | Wahyu AP

Nasional
Pendaftaran SMPB di Jateng
Ekonomi
Potensi komoditas kakao Jem...
Daerah
Anak harimau sumatra di TSI...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

Jaringan Mahasiswa Indonesia Bersatu Nilai Nanik S Deyang Belum Layak Jabat Kepala BGN

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.