Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Gejolak Global, Penjaminan dan Asuransi Jadi Kunci Pembiayaan Ekspor

📅 Senin, 12 Jan 2026, 20:25 WIB | Oleh:
Hadapi Gejolak Global, Penjaminan dan Asuransi Jadi Kunci Pembiayaan Ekspor Doc: Eximbank
Ket. Ilustrasi ekspor. Geopolitik, perubahan rantai pasok, dan pasar baru mendorong pelaku usaha dan perbankan memanfaatkan penjaminan serta asuransi ekspor sebagai strategi mitigasi risiko perdagangan internasional.

JAKARTA Tiga tantangan besar yang kini dihadapi perdagangan modern, khususnya perdagangan internasional, yaitu geopolitical volatility dan perubahan kebijakan di berbagai negara, rantai pasok (supply chain) yang semakin terdiversifikasi dan tidak bergantung pada satu wilayah, dan negara berkembang menjadi pasar pertumbuhan baru perdagangan internasional.

Hal itu diungkapkan oleh Chairman ICC Banking Commission Indonesia, Herry Hykmanto, CDCSAdv, dalam acara LPEI Export Forum 2025, beberapa waktu lalu di Jakarta, yang dihadiri 20 perbankan nasional dan asing. Ia menjelaskan bahwa di tengah dinamika perdagangan internasional, perbankan danpelakuusahaharusdapatmengelolarisikoketikabekerjasamadenganmitra baru atau memperluas pasar baru dengan risiko lebih tinggi.

Pemilihan instrumen mitigasi risiko yang tepat diperlukan untuk mendukung perluasan pasar eksportir dan akses pembiayaan dari perbankan. Produk penjaminan (guarantee) maupun asuransi (insurance) ekspor dapat menjadi alternatif instrumen mitigasi risiko yang krusial untuk pertumbuhan, ekspansi pasar, dan ketahanan bisnis.

“Penjaminan dan asuransi memungkinkan pelaku usaha memasuki pasar baru, mengikuti tender internasional, dan mengurangi risiko pembayaran,” ujar Herry melalui keterangannya pada hari Senin (12/1).

Pergeseranpembayaranperdaganganinternasional

Pada pemaparan lain, Executive Vice President Indonesia Eximbank, Suharyanto, menjelaskan sejak beberapa tahun terakhir terjadi pergeseran metode pembayaran dalam transaksi perdagangan internasional yang sebelumnya didominasi Letter of Credit (LC) menjadinon-LC.Trendbaruinimeningkatdisebabkanperkembanganpesatdalamteknologi digital.

“Saat ini perdagangan internasional juga tengah masuk ke dalam era digitalisasi, dimana cara penagihan secara konvensional (fisik) melalui kurir, mulai ditinggalkan dan diganti dengan penagihan secara digital. Eksportir dan importir dapat bersepakat agar proses penagihan dilakukan melalui daring dengan mengunggah dokumen-dokumen antara lain dokumen pengapalan dan tagihan (invoice), melakukan approval hingga memantaupayment schedule. Dengan demikian arus transaksi akan semakin efisien, cepat, danaman,” kata Suharyanto.

Sejalan dengan itu, Suharyanto menyarankan agarpelakuusahadapatberadaptasidengan lanskap global yang terus berubah. Indonesia Eximbank memiliki produk asuransi ekspor seperti Trade Credit Insurance (TCI) yang memberikan perlindungan bagi eksportir daririsiko gagal bayar buyer akibat risiko komersial maupun politik, dengan indemnity hingga 90% dan Marine Cargo Insurance untuk risiko kerusakan atau kehilangan barang saat pengiriman.

Indonesia Eximbank dalam perannya selaku Eximbank dan Export Credit Agency (ECA) Republik Indonesia juga hadir dengan solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan ini dengan menawarkan produk Penjaminan Kredit kepada perbankan. Melalui kolaborasi di dalam ekosistem ekspor untuk membantu pelaku usaha, produk Indonesia Eximbank juga dapat memberikan manfaat signifikan bagi perbankan.

Sejalan dengan ketentuan regulator, dengan status Sovereign, Indonesia Eximbank dapat menerbitkanPenjaminanKreditdengan benefit perhitungan ATMR (Risk Weighted Asset) 0-20%, sehingga dapat memberikan alternatif solusi kepada perbankan dalammeningkatkan kapasitas pembiayaan. Melalui produk Penjaminan Kredit berfitur khusus sesuai ketentuan regulator, bank juga berkesempatan memperoleh pembebasan dari perhitungan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit), yang memberi ruang lebih besar kepada perbankan untuk ekspansi kredit yang sehat.

Selain melalui produk Penjaminan Kredit, Indonesia Eximbank juga dapat mendukung eksportir dengan produk Guarantee yang merujuk kepada regulasi yang umum digunakan dalam perdagangan domestik dalam rangka ekspor maupun perdagangan internasional antara lain URDG, ISP98, UCP600, KUH Perdata maupun hukum negara yang disepakati para pihak.

“Kombinasi produk dalam struktur fasilitas yang solutif menjadikan penjaminan Indonesia Eximbank sebagai salah satu instrumen strategis untuk memperkuat daya saingperbankan dalam mendukung pembiayaan ekspor,” terang Suharyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.