Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang akan Gabung Sistem Pertahanan Rudal AS Golden Dome

📅 Sabtu, 14 Mar 2026, 09:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang akan Gabung Sistem Pertahanan Rudal AS Golden Dome Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Rudal melintas di atas Yerusalem selama serangan yang diluncurkan Iran ke Israel (13/62025).

TOKYO - Pemerintah Jepang mempertimbangkan untuk bergabung dengan sistem pertahanan rudal berlapis ganda milik Amerika Serikat, Golden Dome, yang keputusannya akan diumumkan pada pertemuan puncak bilateral di Washington, demikian menurut surat kabar Japan News, Jumat.

Dengan mengutip sumber dari Pemerintah Jepang, laporan surat kabar itu menyatakan bahwa pada pertemuan bilateral itu, kedua pihak akan membahas sistem pertahanan rudal dan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi akan mengumumkan maksud dan tujuannya bergabung ke Golden Dome itu.

Sistem pertahanan rudal berlapis Golden Dome, yang dipromosikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dijadwalkan akan diluncurkan pada Januari 2029.

Sistem tersebut melibatkan pengerahan pencegat yang mampu mencapai kecepatan lebih dari Mach 5, kendaraan luncur hipersonik (HGV), dan pesawat nirawak (drone) untuk melindungi wilayah Amerika.

Jepang berharap keterlibatannya dalam proyek tersebut memungkinkan mereka dapat menggunakan teknologi itu untuk pertahanan di negara mereka sendiri, demikian dilaporkan surat kabar tersebut.

Jepang dan Amerika juga bersama-sama mengembangkan rudal pencegat baru untuk HGV.

Para pengembang memperkirakan rudal baru itu dapat mencegat target luncur hipersonik selama fase luncur. Proyek tersebut dijadwalkan selesai pada tahun 2030.

Pengembangan dan promosinya lebih lanjut akan dibahas pada pertemuan puncak tersebut.

Jepang sedang mempersiapkan peluncuran jaringan satelit kecil untuk mengumpulkan informasi pada akhir Maret 2028.

Satelit pertama untuk sistem itu dijadwalkan akan diluncurkan pada April tahun ini, demikian laporan tersebut.

Pertemuan puncak bilateral Jepang dan Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada Kamis (19/3).

Pertemuan itu akan menjadi kunjungan pertama Takaichi ke Amerika sebagai perdana menteri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.