Pemimpin Iran Sebut Para Pengunjuk Rasa adalah Perusak yang Mencoba Menyenangkan Trump
📅 Sabtu, 10 Jan 2026, 08:53 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC/WANA
JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyebut para demonstran anti-pemerintah sebagai "pembuat onar" yang berusaha "menyenangkan presiden AS".
BBC melaporkan, Iran mengirimkan surat kepada Dewan Keamanan PBB yang menyalahkan AS karena mengubah protes menjadi apa yang disebutnya sebagai "tindakan subversif kekerasan dan vandalisme yang meluas" di Iran. Sementara itu, Trump mengatakan Iran "dalam masalah besar".
Aksi protes yang memasuki hari ke-13 pecah karena masalah ekonomi dan berkembang menjadi aksi yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir - menyebabkan seruan untuk mengakhiri Republik Islam dan beberapa pihak mendesak monarki dipulihkan.
Menurut kelompok hak asasi manusia, setidaknya 48 demonstran dan 14 personel keamanan telah tewas.
Hingga saat ini, pemadaman internet sedang diberlakukan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras di titik yang paling menyakitkan," kata Trump di Gedung Putih pada hari Jumat (9/1). Ia mengatakan pemerintahannya sedang memantau situasi di Iran dengan cermat. Dan keterlibatan AS, kata dia, tidak berarti "pengerahan pasukan darat".
"Menurut saya, orang-orang tampaknya menguasai kota-kota tertentu yang beberapa minggu lalu tidak terpikirkan oleh siapa pun," katanya.
Pernyataan ini menggemakan pernyataan yang dibuat presiden AS tentang pemerintah Iran pada hari Kamis, di mana ia berjanji akan "menghantam mereka dengan sangat keras" jika mereka "mulai membunuh orang".
Sebaiknya Anda baca juga:
Khamenei tetap menunjukkan sikap menantang dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat.
"Biarkan semua orang tahu bahwa Republik Islam berkuasa melalui darah ratusan ribu orang terhormat dan tidak akan mundur menghadapi mereka yang mengingkari hal ini," kata pria berusia 86 tahun itu.
Kemudian, dalam pidato yang disampaikan kepada para pendukungnya dan disiarkan di televisi pemerintah, Khamenei kembali menegaskan pendiriannya, dengan mengatakan bahwa Iran "tidak akan menghindar dari berurusan dengan unsur-unsur perusak".
Duta Besar Iran untuk PBB menuduh AS "mencampuri urusan internal Iran melalui ancaman, hasutan, dan dorongan yang disengaja terhadap ketidakstabilan dan kekerasan," dalam sebuah surat kepada Dewan Keamanan.
Sejak protes dimulai pada 28 Desember, selain 48 demonstran yang tewas, lebih dari 2.277 orang juga telah ditangkap, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) yang berbasis di AS.
Organisasi Hak Asasi Manusia Iran (IHRNGO) yang berbasis di Norwegia mengatakan setidaknya 51 demonstran, termasuk sembilan anak-anak, telah tewas.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!