Banyumas Ikut-ikutan Swasembada Beras. Sekadar Latah?
📅 Jumat, 09 Jan 2026, 16:16 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
BANYUMAS – Setelah Presiden Prabowo di Karawang menyatakan Indonesia swasembada beras pada tahun lalu, beberapa daerah ikut-ikutan menyatakan swasembada beras, termasuk Banyumas. Ini benar atau sekadar latah?
Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Banyumas merealisasikan pengadaan sebanyak 66 ribu ton setara beras sepanjang tahun 2025 sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan swasembada pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Ditemui di sela kegiatan olahraga barsama Perum Bulog Kancab Banyumas dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, di Baturraden, Banyumas, Jumat, Pemimpin Perum Bulog Kancab Banyumas Prawoko Setyo Aji mengatakan capaian tersebut sejalan dengan deklarasi Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada tahun 2025.
"Kami melaksanakan pengadaan selama 2025 dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional. Realisasi pengadaan Bulog Cabang Banyumas mencapai lebih dari 66 ribu ton setara beras," katanya. Ia mengatakan secara nasional, Perum Bulog mencatat capaian tertinggi sepanjang sejarah, baik dari sisi stok maupun pengadaan.
Menurut dia, stok beras nasional saat ini mencapai kisaran 4,2 juta ton, sementara total pengadaan menembus lebih dari 3 juta ton. "Dengan kondisi tersebut, kami di daerah siap mendukung dan melaksanakan penugasan pemerintah pada 2026," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait dengan persiapan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, dia memastikan kesiapan Bulog Banyumas dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.
Menurut dia, Bulog terus berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Satgas Pangan Polri untuk melakukan pemantauan rutin di wilayah kerja Perum Bulog Kancab Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara (Banyumas Raya).
"Kami bersama TPID dan Satgas Pangan terus mengecek kondisi di lapangan agar stok tetap tersedia dan harga tidak melebihi harga eceran tertinggi," katanya menegaskan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan harga eceran tertinggi (HET) beras medium saat ini berada di angka Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium sebesar Rp14.900 per kilogram.
Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kata dia, harga beras di pasar-pasar wilayah Banyumas Raya masih sesuai dengan HET, bahkan rata-rata berada di bawah ketentuan tersebut.
Dari sisi ketersediaan stok, lanjut dia, Bulog Cabang Banyumas menguasai lebih dari 58 ribu ton beras yang tersebar di empat kabupaten wilayah Banyumas Raya.
"Sekitar 80 persen stok tersebut merupakan hasil serapan gabah dan beras petani lokal," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan masa panen di wilayah Banyumas berdasarkan prakiraan Dinas Pertanian masing-masing kabupaten akan berlangsung pada akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Meskipun demikian, dia mengakui saat ini sudah terdapat panen awal yang bersifat sporadis di sejumlah wilayah, sementara sebagian besar petani sebelumnya masih berada pada masa tanam.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!