Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruben Amorim Pernah Yakin MU Tak Akan Menang Hanya dari Cara Pemain Mengikat Tali Sepatu

📅 Kamis, 08 Jan 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Ruben Amorim Pernah Yakin MU Tak Akan Menang Hanya dari Cara Pemain Mengikat Tali Sepatu Doc: Amorim

JAKARTA - Masa jabatan Ruben Amorim bersama Manchester United ternyata sudah diwarnai keraguan sejak awal. Pelatih asal Portugal itu dikabarkan sempat merasa timnya tidak akan memenangkan satu pertandingan pun hanya dengan melihat bahasa tubuh para pemain sebelum pemanasan, bahkan dari hal sepele seperti cara mereka mengikat tali sepatu.

Amorim resmi dipecat Manchester United awal pekan ini, mengakhiri kiprah selama 14 bulan yang penuh gejolak di Old Trafford. Meski Setan Merah masih berada di peringkat enam klasemen Premier League, manajemen klub memutuskan perubahan demi peluang finis terbaik di akhir musim.

Menurut laporan ESPN, masalah antara Amorim dan internal klub sudah berlangsung lama. Pada Januari 2025, ia bahkan disebut harus dibujuk untuk tetap bertahan setelah rangkaian hasil buruk. Sebulan berselang, Amorim mengungkapkan kepada orang-orang terdekatnya bahwa ia bisa menebak hasil pertandingan hanya dari sikap para pemain sebelum laga dimulai.

Dalam penilaian Amorim, skuad yang diwarisinya terlalu rapuh secara mental dan fisik. Ia terkejut dengan minimnya intensitas duel satu lawan satu serta lemahnya daya juang di lapangan. Kondisi itu membuatnya khawatir Manchester United berada dalam situasi yang ia sebut sudah “rusak” dari dalam.

Ketegangan memuncak usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds United. Dalam konferensi pers, Amorim menegaskan dirinya datang sebagai manajer, bukan sekadar pelatih kepala, dan menyiratkan adanya campur tangan dewan klub dalam urusan teknis. Pernyataan itu diyakini menjadi pemicu akhir pemecatannya.

Manchester United kemudian merilis pernyataan resmi yang menyebut keputusan tersebut diambil dengan berat hati. Klub mengapresiasi kontribusi Amorim, termasuk keberhasilannya membawa tim ke final Liga Europa, namun menilai perubahan diperlukan demi hasil terbaik di liga.

Selama di United, Amorim juga sempat menuai kontroversi lain. Ucapannya yang menyebut skuad saat ini berpotensi menjadi yang terburuk dalam sejarah panjang klub tak diterima dengan baik oleh para pemain. Kritik terbuka terhadap rekrutan anyar seperti Benjamin Sesko dan Patrick Dorgu, serta sejumlah pemain akademi, semakin memperkeruh suasana ruang ganti.

Di tengah situasi tersebut, nama Ole Gunnar Solskjaer mulai mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Amorim. Media Norwegia melaporkan Manchester United sudah membuka pembicaraan dengan mantan manajer mereka itu. Solskjaer sendiri sebelumnya mengaku siap kembali jika klub memintanya, menandai kemungkinan reuni di Old Trafford dalam waktu dekat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
Mendagri Serahkan Jabatan K...
Ekonomi
IHSG Anjlok 4,31 Persen Usa...

Pemkot Bandung Resmikan RTH Pasirwangi

36 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Resmikan RTH...
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.