Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPH Migas Prioritaskan Pemberian Kuota BBM Angkutan Umum untuk Pacu Konektivitas Antarwilayah

📅 Rabu, 07 Jan 2026, 07:40 WIB | Oleh:
 BPH Migas Prioritaskan Pemberian Kuota BBM Angkutan Umum untuk Pacu Konektivitas Antarwilayah Doc: antara foto
Ket. Kepala BPH Migas Wahyudi Anas di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1) malam.

BITUNG - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memprioritaskan pemberian kuota bahan bakar minyak (BBM) termasuk Jenis BBM Tertentu (JBT/BBM subsidi) untuk mendorong konektivitas antarwilayah melalui berbagai moda angkutan umum.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas saat ditemui di Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (6/1) malam, mengatakan hal itu senada dengan angkutan umum berkapasitas besar seperti kapal laut yang dikelola PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) yang semakin diminati masyarakat.

“Ini menjadi prioritas karena ini salah satu penguatan untuk pelayanan masyarakat di wilayah daerah kepulauan, lintas kabupaten-provinsi yang sulit untuk ditempuh dengan angkutan darat,” kata Wahyudi.

Tak hanya menjadi sarana transportasi yang efektif dalam menghubungkan kepulauan, Wahyudi menilai masyarakat semakin tertarik menggunakan kapal laut karena lebih efisien dari segi biaya.

“Ini (kapal Pelni) menjadi pilihan bagi masyarakat yang benar-benar ingin menikmati perjalanan serta ingin mendapatkan saving dari biaya, dibandingkan (berpergian) dengan menggunakan pesawat udara,” ujar dia.

Adapun BPH Migas sendiri telah memberikan kuota BBM subsidi untuk kapal penumpang PT Pelni sebesar 181.431 kiloliter tahun ini.

Angka itu meningkat dua persen dibandingkan realisasi pemanfaatan BBM subsidi tahun 2025 mencapai 177.930 kiloliter.

“Kesiapan BPH Migas memberikan kuota tahun 2026 setahun 181.431 kiloliter. Artinya, dalam rangka kebutuhan bulan-ke-bulan itu nanti ada prognosa, dan prognosa ini kita integrasikan dengan Pertamina Patra (Niaga) sebagai badan usaha pelaksana penugasan,” kata Wahyudi.

Ia mengatakan berharap dengan pemberian kuota BBM subsidi yang meningkat tahun ini dapat sekaligus mendongkrak kinerja dan layanan angkutan umum seperti kapal penumpang Pelni.

“Semoga layanan PT Pelni dengan pemanfaatan BBM subsidi yang telah disiapkan oleh pemerintah dapat berjalan dengan lancar. Kalau (nanti) memang ada perubahan (rute dan kebutuhan kuota baru), BPH selalu ingin dan siap mendukung atas perubahan tersebut dan (pastikan) BBM subsidi optimal untuk masyarakat,” ujar Wahyudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.