Dituding Curang di Kanada, John Herdman: “Saya Memimpin dengan Integritas”
📅 Kamis, 01 Jan 2026, 16:35 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: Kompas
JAKARTA - John Herdman akhirnya angkat bicara setelah namanya tercoreng oleh skandal kecurangan yang mengakhiri kariernya di sepak bola Kanada. Pelatih asal Inggris itu merilis pernyataan resmi untuk membela diri, sekaligus menegaskan komitmennya melanjutkan karier kepelatihan setelah sempat menganggur hampir satu tahun sebelum berlabuh ke timnas Indonesia.
Nama Herdman sebelumnya dikenal luas berkat prestasi besar bersama sepak bola Kanada. Ia sukses membawa timnas putri Kanada meraih medali perunggu Olimpiade, serta mengantar timnas putra Kanada lolos ke Piala Dunia 2022. Namun, seluruh pencapaian tersebut ikut terseret bayang-bayang skandal yang kemudian mencuat ke publik.
Skandal tersebut berkaitan dengan praktik memata-matai sesi latihan tim lawan menggunakan drone. Kasus ini terbongkar saat Olimpiade 2024, ketika timnas putri Kanada yang saat itu dilatih Bev Priestman terbukti melakukan pengawasan ilegal terhadap sesi latihan lawan.
Investigasi independen yang dilakukan federasi sepak bola Kanada, Canada Soccer, mengungkap bahwa praktik tersebut bukan insiden baru. Aksi memata-matai menggunakan drone disebut sudah dimulai sejak era kepelatihan Herdman pada 2018. Metode ini dinilai melampaui praktik pengamatan pertandingan yang lazim dilakukan analis atau pencari bakat dari tribun stadion.
Dalam laporan investigasi, Herdman disebut mengirim orang untuk menerbangkan drone di sekitar markas latihan tim lawan demi mengumpulkan informasi taktik sebelum pertandingan. Temuan ini memicu reaksi keras dari publik dan media Kanada, yang menilai tindakan tersebut sebagai salah satu skandal kecurangan terbesar dalam sejarah olahraga negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejumlah media bahkan mendorong agar Herdman dijatuhi sanksi berat, termasuk larangan seumur hidup dari dunia kepelatihan. Namun dalam sidang disiplin yang digelar pada Maret 2025, Canada Soccer hanya menjatuhkan hukuman berupa surat teguran karena Herdman terbukti melanggar kode etik federasi.
Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Herdman menyampaikan pernyataan terbuka yang dikutip dari Reuters. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu menjunjung nilai-nilai dasar dalam sepak bola.
“Sepanjang karier saya, saya telah memimpin dengan integritas, transparansi, dan respek terhadap permainan,” ujar Herdman. Ia juga menambahkan bahwa dirinya bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya bekerja sama dalam seluruh proses, termasuk memberikan presentasi yang lengkap dan transparan kepada Komite Disiplin. Walaupun ini menjadi periode yang sangat sulit, saya tetap bangga dengan masa saya bersama Canada Soccer dan apa yang telah kami capai bersama,” lanjutnya.
Herdman menegaskan bahwa kasus tersebut tidak memadamkan semangatnya di dunia sepak bola. Ia mengaku siap membuka lembaran baru dan melanjutkan perjalanan sebagai pelatih.
“Saya menatap ke depan untuk melanjutkan perjalanan saya di permainan ini. Saya tetap berfokus pada gairah saya untuk melatih, membimbing, dan membantu tim mencapai potensi terbaiknya,” kata Herdman.
Langkah berikutnya bagi Herdman kini tertuju ke Asia, dengan peluang memimpin timnas Indonesia dalam agenda besar seperti Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030. Publik sepak bola Tanah Air pun menaruh perhatian besar, dengan harapan masa lalunya tidak kembali terulang dalam perjalanan barunya bersama Garuda.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!