Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gmail Akhirnya Bisa Ganti Alamat Utama Tanpa Bikin Akun Baru, Ini Cara dan Batasannya

📅 Jumat, 26 Des 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Gmail Akhirnya Bisa Ganti Alamat Utama Tanpa Bikin Akun Baru, Ini Cara dan Batasannya Doc: G Hacks

JAKARTA - Google resmi meluncurkan fitur yang sudah lama dinanti pengguna, yakni kemampuan mengubah alamat utama Gmail tanpa harus membuat akun Google baru. Pembaruan ini memberi kendali lebih besar kepada pengguna atas identitas digital yang selama ini bersifat permanen sejak akun dibuat.

Sebelumnya, mengganti alamat Gmail berarti harus memulai dari nol atau menggunakan alias dan alamat tambahan. Meski satu akun Google bisa menampung beberapa email, alamat Gmail pertama tetap menjadi identitas utama yang tidak bisa diubah.

Melalui fitur baru ini, Google mulai melonggarkan aturan tersebut khusus untuk akun yang memang sudah menggunakan alamat Gmail. Artinya, pengguna kini bisa mengganti nama alamat utama mereka tanpa kehilangan akun dan seluruh isinya.

Peluncuran fitur ini dilakukan secara bertahap dan belum tersedia secara global. Dokumentasi awal terkait fitur ini pertama kali muncul di India, menandakan Google mengaktifkannya per wilayah secara bertahap.

Bagi pengguna yang sudah mendapatkan akses, opsi penggantian alamat Gmail dapat ditemukan melalui menu Akun Google. Jalurnya berada di Akun Google → Info Pribadi → Email, tanpa perlu proses teknis yang rumit.

Fitur ini memiliki batasan yang cukup jelas karena hanya berlaku untuk alamat Gmail. Alamat lama dan alamat baru sama-sama harus menggunakan domain @gmail.com dan tidak bisa digunakan untuk berpindah ke domain khusus atau penyedia email lain.

Google menegaskan bahwa seluruh data akun tetap aman dan tidak berubah setelah proses penggantian alamat. Email lama, file Google Drive, Google Foto, histori YouTube, hingga data layanan lainnya tetap utuh seperti sebelumnya.

Menariknya, alamat Gmail lama tidak langsung dihapus dan akan tetap aktif sebagai alamat sekunder. Semua email yang dikirim ke alamat lama masih akan diterima oleh pengguna tanpa gangguan.

Pengguna juga tetap dapat masuk ke akun Google menggunakan alamat lama maupun alamat baru. Skema ini dirancang untuk meminimalkan risiko kehilangan akses ke layanan pihak ketiga yang masih terhubung dengan email lama.

Meski terdengar fleksibel, Google menerapkan pembatasan yang cukup ketat dalam penggunaan fitur ini. Setiap akun hanya diperbolehkan membuat alamat Gmail baru maksimal tiga kali sepanjang masa akun tersebut.

Selain itu, terdapat masa tunggu yang cukup panjang antarperubahan alamat. Setelah satu kali perubahan, pengguna harus menunggu selama 12 bulan sebelum dapat mengganti alamat Gmail utama kembali.

Google juga memberikan peringatan khusus bagi pengguna Chromebook. Penggantian alamat Gmail berpotensi mengharuskan penghapusan dan penambahan ulang akun, yang bisa berdampak pada hilangnya file lokal di perangkat.

Untuk menghindari risiko tersebut, Google menyarankan pengguna Chromebook melakukan pencadangan data terlebih dahulu. Langkah ini penting agar file di direktori utama perangkat tidak terhapus secara permanen.

Beberapa kendala teknis juga masih mungkin terjadi setelah perubahan alamat Gmail dilakukan. Aplikasi tertentu dapat mengatur ulang preferensi pengguna secara otomatis setelah alamat diubah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.