Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Suar Menyajikan Cerita Rakyat ke Wahana Musik Orkestra

📅 Minggu, 14 Jun 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Suar Menyajikan Cerita Rakyat ke Wahana Musik Orkestra Doc: Antara
Ket. Pementasan karya musik berjudul "Ayun" berlatar belakang cerita rakyat Dusun Pendem dalam Festival Suar 2026 di Dusun Pendem, Desa Banaran, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu (14/6/2026) sore.

Magelang - Festival Suar 2026 di Dusun Pendem, Desa Banaran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Minggu sore hingga petang, ajang sajian cerita rakyat ke wahana musik orkestra dengan dukungan Kementerian Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, dan Dana Indonesiana.

"Banyak hal yang bisa menjadi contoh, dan hari ini kita punya tradisi yang kadang tradisi itu berusaha dicabut untuk disesuaikan dengan zaman, tapi hari ini kita dihadapkan pada sebuah karya modern, orkestra, karya baru yang mencoba menjumput tradisi dan ilmu masa lalu menjadi sebuah karya," kata Bupati Magelang Grengseng Pamuji di Magelang.

Rangkaian pelaksanaan festival di areal pertanian sayuran dusun setempat yang berlatar belakang Gunung Andong itu, berlangsung sejak tiga bulan lalu, antara lain berupa proses inkubasi, diskusi tentang cerita rakyat, lokakarya musik dan sastra.

Ia mengharapkan kolaborasi untuk mewujudkan acara tersebut bisa menunjukkan tentang keagungan peradaban di daerah setempat dan generasi masa depan, seniman, serta budayawan yang inovatif.

Kebudayaan, ujar dia, sebagai semua hasil budi daya manusia mencakup berbagai bentuk kreativitas yang menjadi "hak paten" masyarakat dengan segala sendi-sendi kehidupan yang termanifestasi.

"Saya yakin dengan ekspresi yang merdeka, dengan inovasi yang luar biasa, dengan spirit yang terus digemakan, saya yakin suatu saat itu akan muncul menjadi sebuah peradaban baru bagi generasi-generasi yang akan datang," ucapnya.

Dalam acara yang juga dihadiri Ketua DPRD Kota Magelang Evin Septa Haryanto Kamil itu, ia mengemukakan suatu peradaban akan muncul dan bertahan dengan adanya ilmu pengetahuan.

"Tapi dengan ilmu pengetahuan, hanya dengan ilmu pengetahuan, peradaban itu akan terasa kaku. Maka budaya, seni, dan segala hasil karyanya sebagai bentuk interaksi dan inovasi dari semua komponen masyarakat dalam kehidupan itulah yang memperhalus capaian-capaian ilmu pengetahuan sehingga bisa menunjukkan peradaban yang tak lekang oleh zaman," katanya.

Inisiator Festival Suar 2026 yang juga komponis, Ryan Ajayanto, mengemukakan festival itu terkait dengan dongeng atau cerita rakyat yang diolah menjadi pentas musik populer hasil proses bersama para peserta selama tiga bulan terakhir.

"Tentang dongeng, cerita rakyat diolah jadi pentas musik populer. Memberi ruang baru bagi generasi muda untuk memperoleh cerita-cerita rakyat," kata konduktor orkestra "Janantika" yang mengiringi karya-karya musik dalam festival itu.

Ia menjelaskan adanya relasi, antara lain tentang puisi, bunyi, konteks lokal, dan pengenalan tentang afeksi dalam karya-karya musik yang disajikan dalam festival tersebut.

Acara yang juga diwarnai dialog dengan narasumber Ryan Ajayanto dan jurnalis Shindu Alpito itu, menyajikan karya musik berlatar belakang cerita rakyat, antara lain dengan judul "Bedayan" tentang tarian (Sanggar Nitinari dan Bedheswati), "Aphoria" tentang Dusun Tanten, Kecamatan Grabag (Niken Reswari), "Di Beranda Fajar" tentang Serat Centini (Kartika Sari).

Selain itu, "Sri Tanjung" bersumber dari puisi karya penyair Jawa Barat Peri Sandi (Rama Barrack), "Ayun" tentang nama Sumbu Mas sebelum menjadi nama Dusun Pendem (Lintang Andaru dan Rendi Gilang), "Makukuhan" tentang tokoh Ki Ageng Makukuhan di Temanggung (Isa Atmasaka dan Ziko Prabowo).

Pementasan musik lainnya dalam rangkaian festival dengan pimpinan produksi Nabila Rivani itu, yakni lagu "Tak Sempat Pulang" (Rama Barrack), "Lagu 8" (Band MUsufer), dan "Heimat" (Kelompok Bedheswati).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bongkar! Beras Fortifikasi Palsu Dijual Rp42.000, Harga Dinaikkan 300 Persen
    Preview komentar:
  • Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!
    Preview komentar:
    Mendorong lokalisasi komponen inti kendaraan listrik merupakan langkah ...
  • Sulit Kurangi Jurang Kaya dan Miskin tanpa Pertumbuhan Berkualitas
    Preview komentar:
    kyk nama artis dracin :)
    Indonesia perlu mencontoh negara lain yg sdh terbukti ...
Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

19 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.