Pasar Murah Jakarta Angkut 1,4 Ton Cabai Aceh, Bantu Pemulihan Ekonomi Pascabencana
📅 Senin, 22 Des 2025, 17:45 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Pasar murah cabai asal Aceh yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di sejumlah pasar tradisional mendapat respons positif dari masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu distribusi hasil pertanian dari daerah terdampak bencana serta mendorong pemulihan ekonomi lokal.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya telah membeli 1,4 ton cabai dari Aceh dan mendistribusikannya ke pasar-pasar tradisional di Jakarta. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi warga pascabanjir dan longsor di Sumatera.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menjelaskan bahwa pengadaan cabai dari Aceh sudah dilakukan sejak Jumat lalu.
"Alhamdulillah, Pak Gubernur juga setuju kalau kita punya kontrak farming dengan wilayah setempat," ujar Rano, Senin (22/12).
Ia menambahkan bahwa kebijakan ini sekaligus memperkuat hubungan antara Jakarta dan daerah penghasil cabai, terutama dalam masa pemulihan pascabanjir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wagub Rano optimistis cabai Aceh dapat terserap dengan baik di pasaran. Kualitas cabai yang baik serta harga yang lebih terjangkau membuat banyak warga tertarik untuk membeli.
"Alhamdulillah ternyata banyak sekali orang yang beli. Semoga ini bisa membantu memulihkan perekonomian warga Sumatera terdampak bencana," harapnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan Widiyanto, menambahkan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti arahan Gubernur Pramono Anung dengan membeli cabai langsung dari petani Aceh. Cabai tersebut kemudian dipasarkan ke seluruh gerai Perumda Pasar Jaya agar mudah dijangkau masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Agus juga menekankan soal harga yang kompetitif, sebagai upaya meringankan beban konsumen sekaligus mendukung petani.
"Kalau di pasaran harga cabai antara Rp50-60 ribu per kilogram, kami jual Rp40 ribu per kilogram," jelasnya.
Penjualan ini diharapkan tidak hanya membantu warga Jakarta, tapi juga memberi peluang bagi petani Aceh untuk tetap produktif di tengah kondisi pascabanjir.
Selain itu, langkah ini diharapkan menjadi contoh kolaborasi antardaerah untuk mendukung pemulihan ekonomi pascabencana. Pemprov DKI Jakarta menekankan pentingnya keberlanjutan program ini agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas. Rano Karno menuturkan bahwa pemerintah akan terus memantau distribusi cabai dan merencanakan program serupa untuk komoditas lain yang terdampak bencana di masa depan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!