Respons Cepat Tangani Gempa NTT Dipuji, Pengamat: Harus Jadi Standar Pemerintah
📅 Senin, 17 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Pengamat politik Hendri Satrio menilai respons cepat pemerintah dalam menangani dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) patut diapresiasi. Namun, ia menilai kecepatan tersebut harus menjadi standar kerja pemerintah, bukan sekadar respons dalam situasi tertentu.
"Gerak cepat pemerintah menangani gempa NTT tentu patut diapresiasi. Tetapi, sebenarnya yang seperti ini memang harus menjadi standar pemerintah," kata Hendri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (16/8).
Menurut dia, pemerintah menunjukkan bahwa koordinasi dan pengerahan sumber daya dapat dilakukan dengan cepat ketika menghadapi situasi darurat yang membutuhkan tindakan segera.
"Artinya, pemerintah bisa cepat. Bisa langsung bergerak, bisa mengoordinasikan berbagai unsur ketika memang dibutuhkan," ujar pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI itu.
Ia mencontohkan langkah Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memantau perkembangan penanganan gempa sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi di lapangan.
“Teddy mengecek, memastikan perkembangan penanganannya seperti apa. Hal seperti ini kelihatannya sederhana, tetapi dalam kondisi bencana memang harus dilakukan," katanya.
Hendri berharap pola respons cepat tersebut tidak hanya diterapkan dalam penanganan gempa NTT, tetapi juga menjadi kebiasaan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan masyarakat yang membutuhkan keputusan dan tindakan segera.
"Kalau untuk kondisi seperti ini pemerintah bisa bergerak cepat, ya bagus. Tinggal kemudian kecepatan seperti ini dijadikan kebiasaan, bukan pengecualian," ujarnya.
Ia mengatakan kecepatan respons dalam situasi bencana menjadi faktor penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Namun, Hendri mengingatkan respons cepat pada fase awal harus diikuti konsistensi dalam penanganan, terutama ketika perhatian publik terhadap bencana mulai berkurang.
"Biasanya yang juga penting itu setelah hari-hari pertama. Jangan cepatnya hanya ketika semua mata sedang melihat. Pemulihan masyarakat juga harus dikawal sampai selesai," katanya.
Menurut dia, masyarakat pada akhirnya tidak hanya menilai pernyataan pemerintah setelah bencana, tetapi juga melihat kecepatan bantuan serta efektivitas koordinasi di lapangan.
"Komunikasi pemerintah akan jauh lebih kuat kalau masyarakat melihat sendiri negara hadir. Tidak perlu terlalu banyak mengatakan pemerintah bekerja kalau memang kerja itu terlihat," ujarnya.
Hendri menambahkan konsistensi dalam memberikan respons cepat dapat menjadi salah satu cara pemerintah membangun kepercayaan publik melalui tindakan yang dirasakan langsung masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!