Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Metode Pembayaran Digital Terus Berkembang di Kaltara, 120 Ribu Warga Telah Gunakan QRIS

📅 Senin, 17 Agu 2026, 07:02 WIB | Oleh:
Metode Pembayaran Digital Terus Berkembang di Kaltara, 120 Ribu Warga Telah Gunakan QRIS Doc: antara foto
Ket. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik di Tarakan, Kaltara, Sabtu (15/8).

TARAKAN - Bank Indonesia (BI) mencatat sekitar 120 ribu masyarakat di Kaltara telah menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital di Kalimantan Utara (Kaltara).

"Pertumbuhan penggunaan QRIS terlihat dari meningkatnya volume dan frekuensi transaksi," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kaltara Agus Taufik di Tarakan, Kaltara, Sabtu (15/8).

Dia mengatakan dari sisi volume terus meningkat, kemudian dari sisi frekuensi transaksi juga meningkat, disebabkan jaringan komunikasi dan telekomunikasi juga semakin mendukung.

Agus menjelaskan semakin mudahnya akses internet dan layanan digital turut membuat QRIS lebih cepat diterima masyarakat.

Penggunaannya tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, tetapi mulai meluas hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Saat ini, BI terus memperluas penggunaan QRIS melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah pusat, perbankan, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), bank swasta, hingga bank pembangunan daerah (BPD), katanya.

"Jumlah masyarakat yang sudah menggunakan QRIS sudah sekitar 120 ribu di Kalimantan Utara. Saya yakin ke depan akan semakin meningkat melalui berbagai promosi produk, kemudahan layanan dan kerja sama," ujarnya.

Agus menyebut generasi muda menjadi salah satu kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan pembayaran digital.

Kebiasaan menggunakan e-commerce dan berbagai layanan digital membuat transaksi menggunakan QRIS semakin familiar.

"Generasi muda, milenial, gen Z ini semakin mudah beradaptasi terhadap layanan digital. Belanja sekarang menggunakan e-commerce, kemudian sistem pembayaran pun menggunakan kanal QRIS," jelasnya.

Namun, BI tidak ingin perluasan QRIS hanya menyasar generasi muda. Edukasi tetap dilakukan agar masyarakat dari berbagai kelompok memahami dan mampu menggunakan pembayaran digital.

"Kita harapkan semua masyarakat lebih familiar dan menerima sistem pembayaran melalui QRIS," katanya.

Agus juga menegaskan penguatan transaksi digital bukan berarti pembayaran tunai akan ditinggalkan.

Menurutnya, transaksi tunai dan digital tetap dapat digunakan sesuai kebutuhan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Olahraga
Fomula 1: Antonelli Hadapi ...
Daerah
Pantauan Udara Titik Karhut...
Advertisement
Siap Mundur Hari Ini Jika Korupsi! Mentan Amran Pasang Badan Demi Swasembada Pangan

Siap Mundur Hari Ini Jika Korupsi! Mentan Amran Pasang Badan Demi Swasembada Pangan

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.