Antisipasi Angin Kencang, Pemkot Surabaya Deteksi Pohon Rawan Tumbang
📅 Senin, 22 Des 2025, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggandeng perguruan tinggi untuk mendeteksi pohon-pohon yang berpotensi rawan tumbang dengan menggunakan alat khusus. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi risiko, terutama setelah beberapa kejadian pohon tumbang saat angin kencang di Kota Pahlawan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto, mengatakan kolaborasi tersebut melibatkan berbagai perangkat daerah (PD), termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).
"Kami sudah melakukan penelitian kerjasama dengan perguruan tinggi, ada alat untuk ngecek kekuatan pohon. Kita kolaborasi dengan beberapa PD, ada sosialisasi, kemudian turun ke lapangan mempraktikkan alat itu, bagaimana cara mengukur kekuatan-kekuatan itu (pohon)," kata Dedik, Minggu (21/12).
Dedik menjelaskan, karakteristik pohon berbeda dengan bangunan yang memiliki usia struktur jelas sejak awal dibangun. Banyak pohon besar di Surabaya saat ini merupakan hasil penanaman puluhan tahun lalu.
"Kalau pohon yang ada sekarang, orang kan sekarang rasanya sejuk, enak pohonnya gede-gede (besar-besar), tapi penanaman pohon-pohon itu kan sudah dilakukan puluhan tahun yang lalu," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Dedik, usia pohon yang semakin tua menjadi salah satu faktor kerawanan, terutama saat cuaca ekstrem. "Nah, sekarang ini pohonnya sudah kondisinya semakin bertambah tua, dan kemarin pada saat angin kencang juga ada beberapa pohon tumbang," imbuhnya.
Oleh karena itu, Dedik memastikan bahwa DLH berupaya melakukan pemetaan risiko terhadap pohon-pohon yang ada di wilayah Kota Surabaya. "Sehingga kita ingin mengetahui, mana pohon yang rentan, yang rawan tumbang, dan sebagainya," katanya.
Dedik menambahkan, edukasi penggunaan alat pendeteksi tidak hanya diberikan kepada petugas DLH, tetapi juga kepada perangkat daerah lain yang terlibat di lapangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita kerjasama dengan perguruan tinggi, dan yang diedukasi bukan hanya DLH. Kemarin BPBD, DPKP juga, kita kumpulkan petugas-petugas lapangan itu untuk diedukasi cara menilai kerawanan pohon dengan alat," jelasnya.
Ia menyebut uji coba alat telah dilakukan langsung di lapangan. "Kita kemarin turun ke lapangan juga untuk ngecek antara pohon ini, pohon ini, kita cek ada alatnya memang,” kata Dedik.
Terkait hasil pemantauan, Dedik menyampaikan bahwa saat ini masih dalam tahap uji coba. "Kemarin masih uji coba alat dan melatih petugas-petugas untuk menggunakan alat. Jadi setelah itu baru nanti kita cek semuanya,” tambahnya.
Sementara itu, terkait pengajuan perantingan atau pemotongan pohon dari masyarakat, Dedik memaparkan bahwa setiap permohonan akan diteruskan ke petugas sesuai wilayah kerja. "Kami terkait permohonan-permohoan dari masyarakat harus membagi kepada petugas-petugas di rayon dan cabang,” ujarnya.
Ia menyarankan masyarakat untuk menyampaikan laporan melalui RT/RW dengan menyertakan informasi lokasi dan dokumentasi pendukung.
"Suratnya tidak harus berkirim fisik, bisa lewat RT/RW ditunjukkan lokasi mana, kalau ada gambar foto kondisi pohonnya, sehingga teman-teman waktu meluncur ke lokasi, peralatan sudah siap, kira-kira pohonnya seperti apa, mereka harus bawa alat seperti apa dan lokasinya jelas,” jelas Dedik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!