Wali Kota Bandung: Kualitas Hidup dan Kebugaran Harus Dihitung sebagai Indikator Kesejahteraan Pekerja
📅 Kamis, 18 Des 2025, 19:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatFarhan menargetkan pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada 2026–2027 dapat menembus 5,4 hingga 5,5 persen, dengan catatan stabilitas sosial dan ekonomi tetap terjaga.
Ia menilai stabilitas Kota Bandung selama beberapa dinamika sosial pada 2025 menjadi modal penting bagi dunia usaha.
“Stabilitas di Bandung itu organik. Asal kita kompak, semua bisa dijaga,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Andri Darusman, menyampaikan, rapat ini menjadi bagian penting dari proses akhir penetapan usulan Upah Minimum Kota (UMK) sebelum disampaikan ke tingkat provinsi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengungkapkan, hingga November 2025, tercatat 991 kasus PHK di Kota Bandung, serta masih banyak perusahaan yang belum memiliki peraturan perusahaan maupun perjanjian kerja bersama.
“Tujuan kita jelas: pengusaha tetap maju, pekerja tetap sejahtera. Jangan sampai kebijakan memberatkan salah satu pihak,” ujar Andri.
Ia berharap forum tripartit tetap menjadi ruang dialog yang sehat untuk meredam potensi konflik ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!