Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuma dalam 6 Bulan, Produksi Gula Aren Rejang Lebong Capai 3,2 Juta Kg

📅 Kamis, 24 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh:
Cuma dalam 6 Bulan, Produksi Gula Aren Rejang Lebong Capai 3,2 Juta Kg Doc: Antara foto
Ket. Tanaman aren yang ada di perkebunan milik warga Desa Taba Renah, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.

REJANG LEBONG - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mencatat produksi gula aren di wilayah itu pada semester I 2026 mencapai 3.203.891 kilogram (kg).

Kepala Distankan Rejang Lebong Suradi Ripai di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan total akumulasi produksi sejak Januari hingga Juli 2026 tersebut mencatatkan rata-rata produksi sebesar 1.702,4 kg per hektare.

"Produksi gula aren ini dihasilkan dari perkebunan rakyat yang tersebar di 14 dari 15 kecamatan di wilayah ini. Hanya satu kecamatan yang tidak memiliki perkebunan aren, yakni Kecamatan Curup," kata Suradi.

Dia menjelaskan, total luas perkebunan aren di Rejang Lebong mencapai 2.160 hektare, dengan luas lahan yang sudah dipanen mencapai 1.882 hektare.

Sementara 287 hektare sisanya merupakan tanaman muda yang baru ditanam dan sebagian tanaman tua yang sudah tidak produktif.

Menurut dia, gula aren merupakan komoditas unggulan Kabupaten Rejang Lebong setelah kopi dan aneka tanaman sayuran. Sektor ini telah menyerap tenaga kerja lebih dari 5.000 petani dan perajin.

Para perajin mampu memperoleh pendapatan berkisar Rp150.000 hingga Rp300.000 per hari, tergantung pada volume produksi harian. Adapun harga jual gula aren batok (cetak) di tingkat petani saat ini berkisar Rp20.000 per kg.

Ia menambahkan, Rejang Lebong telah memiliki varietas aren lokal unggul bernama Semulen ST-1 yang dilepas oleh Kementerian Pertanian pada 2018, dan saat ini penangkarannya terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Varietas Semulen ST-1 memiliki keunggulan karakter di antara jenis aren genjah dan aren dalam. Tanaman ini tahan terhadap hama, adaptif di berbagai kondisi lahan, mulai berproduksi pada usia 6-7 tahun dengan hasil nira 15-30 liter per hari, serta memiliki tinggi pohon rata-rata hanya 10 meter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

Houthi Serang Istana Kepresidenan Yaman, Arab Saudi Tuduh Iran Picu Eskalasi Perang

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.