Satgas Brimob Terjun Bantu Warga Terdampak Gempa Poso
📅 Senin, 18 Agu 2025, 18:45 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/HO-Humas Polda Sulteng
POSO - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (17/8). Sebanyak 35 rumah dan empat fasilitas umum rusak, sementara 433 warga terpaksa mengungsi. Satgas Operasi Madago Raya Polda Sulteng bergerak cepat membantu evakuasi dan mendirikan posko darurat.
Kasatgas III Preventif Operasi Madago Raya Polda Sulteng Kombes Pol. Kurniawan Tandi Rongre di Poso, Senin, mengatakan personel Satgas Operasi Madago Raya bergerak cepat dalam membantu warga terdampak gempa.
"Kami bergerak cepat melakukan penanganan di titik terdampak gempa, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan evakuasi serta mendirikan posko darurat," katanya.
Kurniawan yang juga Komandan Satuan Brimob Polda Sulteng ini mengatakan personel dari Pos Kamtibmas Tabalu dan Pos Kamtibmas Masamba bersama personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Sulteng langsung diterjunkan ke lokasi terdampak.
Ia menekankan bahwa prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga, termasuk membantu proses evakuasi korban, pendataan kerusakan rumah, serta penyaluran bantuan darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mengevakuasi warga, personel Satgas III Preventif juga mendistribusikan bantuan logistik berupa sembako, serta kebutuhan dasar lainnya kepada masyarakat yang mengungsi di titik pengungsian sementara.
Ia melanjutkan beberapa tenda darurat juga mulai didirikan untuk menampung warga. Pihaknya, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, serta instansi terkait lainnya dalam penanganan pasca gempa.
"Kehadiran aparat di lapangan menjadi bagian dari komitmen Polri untuk selalu berada di garda terdepan membantu masyarakat. Sinergi ini sangat penting agar masyarakat bisa segera pulih dari dampak bencana ini," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia mengatakan hingga saat ini, pemantauan terus dilakukan di beberapa titik lokasi terdampak gempa di Poso Pesisir. Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi 10 gempa susulan setelah gempa berkekuatan 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah pada Minggu pukul 05.36 WIB.
Gempa magnitudo 6,0 dimutakhirkan menjadi magnitudo 5,8 dengan episenter gempa terletak pada koordinat 1,27° lintang selatan 120,75° bujur timur, atau tepatnya terletak di laut pada jarak 13 kilometer arah barat laut Kota Poso pada kedalaman 10 kilometer.
BPBD Sulteng melaporkan sembilan desa terdampak akibat gempa tersebut. Tujuh desa terdampak berada di Kecamatan Poso Pesisir yakni Desa Masani, Desa Tokorondo, Desa Towu, Desa Pinedapa, Desa Lape, Desa Tangkura dan Desa Patiwunga. Sementara dua desa di Kecamatan Poso Pesisir Utara yakni Desa Kilo dan Desa Maranda.
Desa Masani satu gereja terdampak, dan 433 jiwa mengungsi terdiri dari 31 lansia, 23 balita, 5 disabilitas. Di Desa Tokorondo dua rumah rusak ringan. Desa Towu satu rumah rusak ringan, empat rumah rusak berat. Desa Pinedapa masih dalam pendataan.
Selanjutnya Desa Lape delapan rumah rusak ringan. Desa Tangkura lima rumah rusak berat, sembilan rumah rusak ringan, dua gereja rusak ringan dan satu SD rusak berat. Desa Patiwunga dua rumah rusak berat. Kemudian Desa Kilo satu unit rumah rusak ringan dan Desa Maranda empat rumah rusak ringan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!