Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamendikdasmen Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas ‘Bullying’

📅 Kamis, 11 Des 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Wamendikdasmen Tekankan Pentingnya Sekolah Bebas ‘Bullying’ Doc: RRI/Afriani Respati
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq

JAKARTA - Kasus perundungan di sekolah masih terus meningkat di berbagai wilayah Indonesia. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menyoroti faktor pemicunya.

Fajar mengatakan, ada dua faktor utama yang menyebabkan perundungan di sekolah. Faktor pertama, bersifat struktural terkait regulasi dan kebijakan pendidikan.

“Problemnya ada problem struktural. Problem struktural itu regulasi yang sedang kita benahi,” kata Fajar dalam acara 'Peluncuran dan Pelatihan Jaringan Teman Sebaya dalam Gerakan Rukun Sama Teman' di Jakarta, Rabu (10/12).

Faktor kedua, lanjut dia, adalah persoalan kultural yang terkait pola pikir masyarakat. Menurutnya, orang tua perlu memahami batasan kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Tidak bisa mengatasi kekerasan bully sendiri tanpa gerakan bersama di tiap daerah masing-masing. Untuk itu diperlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat," ujar dia.

Ia mengatakan perubahan kultural perlu kesadaran orang tua dan guru. Kolaborasi lintas elemen diharapkan dapat menekan praktik bullying secara signifikan.

Sementara itu, Mendikdasmen, Abdul Mu’ti, mengatakan gerakan Rukun Sama Teman penting. Gerakan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem sekolah yang aman bagi siswa. “Persoalan perundungan dan kekerasan di sekolah harus menjadi tanggung jawab bersama. Tentunya, gerakan ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait," kata Mu'ti.

Ia menekankan, sekolah aman mendukung proses belajar yang produktif. Lingkungan belajar yang nyaman dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran bagi siswa.

“Kami berusaha melahirkan generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter. Kami berharap budaya saling menghormati tumbuh sejak dini di sekolah," ujar dia.

Gerakan ini juga menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo tentang ruang aman bagi siswa. “Bagian dari tindak lanjut kebijakan kementerian untuk budaya sekolah yang aman dan nyaman,” kata dia.

Mu’ti optimistis gerakan Rukun Sama Teman akan menumbuhkan kesadaran kolektif. Ia berharap, semua pihak berperan aktif menciptakan sekolah bebas bullying dan kekerasan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Nasional
Jepang Kirim Chinook Bantu ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.