Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Otorita Akan Gunakan Mangrove sebagai Stuktur Alami dari Abrasi

📅 Senin, 03 Agu 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Otorita Akan Gunakan Mangrove sebagai Stuktur Alami dari Abrasi Doc: Antara
Ket. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono dalam sambutan pada Media Gathering Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8/2026).

PENAJAM PASER UTARA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan mangrove dapat menjadi pelindung alami kawasan pesisir sehingga mengurangi kebutuhan pembangunan infrastruktur sebagai proteksi terhadap abrasi.

Selama ini upaya membangun ketahanan pesisir umumnya mengandalkan struktur fisik atau bangunan sipil. Padahal, fungsi tersebut juga dapat dilakukan melalui struktur alami atau biologis berupa hutan mangrove.

“Kalau kita ingin membangun ketahanan pesisir, biasanya kita cenderung menggunakan struktur fisik atau civil works. Padahal, hal tersebut bisa dilakukan dengan struktur alami atau biologis, yaitu dengan mangrove,” kata Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono dalam sambutan pada Media Gathering Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) di Ibu Kota Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (1/8).

Ia mengatakan mangrove efektif melindungi kawasan pesisir dari abrasi yang menyebabkan berkurangnya daratan. “Menurut saya, mangrove sangat efektif dalam melindungi pesisir dari abrasi. Jika pantai tidak dilindungi, ia akan terus terkikis oleh abrasi. Keberadaan mangrove ini mengurangi kebutuhan akan pembangunan fisik sebagai proteksi pesisir,” ujarnya.

Selain melindungi kawasan pesisir, Basuki mengatakan mangrove juga dapat membantu meredam gelombang tsunami. Ia menambahkan, berdasarkan berbagai informasi dan publikasi, mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon yang lebih besar dibandingkan pohon-pohon darat.

“Mangrove memiliki manfaat yang sangat besar, terutama bagi kita di negara kepulauan ini,” katanya.

Basuki menyampaikan Otorita IKN mendukung pelaksanaan program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) yang diawali di kawasan IKN. Menurut dia, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi melalui pelibatan petani lokal sebagai penyedia bibit mangrove.

Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) merupakan program rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan dengan dukungan pendanaan Bank Dunia sejak 2024.

Program tersebut dilaksanakan di empat provinsi, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Riau, dan Sumatera Utara, melalui rehabilitasi mangrove, penguatan tata kelola, serta pelibatan masyarakat pesisir. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.