Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Panen Perdana Melon Premium di Sleman, Tanah Kas Kalurahan Kini Hasilkan Nilai Ekonomi

📅 Senin, 03 Agu 2026, 06:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Panen Perdana Melon Premium di Sleman, Tanah Kas Kalurahan Kini Hasilkan Nilai Ekonomi Doc: Antara
Ket. Bupati Sleman Harda Kiswaya (paling kiri) saat mengikuti panen perdana budi daya melon premium yang dikembangkan Bumkal Sumberharjo, Prambanan, di lahan kas kalurahan (tanah kas desa) setempat, Minggu (2/8).

Sleman - Badan Usaha Milik Kalurahan (Bumkal) Sumberharjo, Kapanewon (Kecamatan) Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), sukses mengembangkan budi daya melon premium di tanah kas kalurahan setempat.

Budi daya melon premium yang dikembangkan Bumkal Sumberharjo melalui melalui Kelompok Tani Sumber Tumuwuh ini melakukan panen perdana melon premium yang dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya, Minggu (2/8).

"Budi daya melon premium ini memanfaatkan tanah kas kalurahan (setingkat desa) melalui program yang didukung pendanaan Dana Keistimewaan DIY," kata Direktur Bumkal Sumberharjo, Choirun Sutrisno.

Menurut dia, lahan tersebut sebelumnya kurang produktif dan berhasil dioptimalkan menjadi kawasan budi daya melon premium dengan teknologi "greenhouse" sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Melon premium yang ditanam ini varietas Kaori dan Dalmatian," katanya.

Ia mengatakan, selain mendukung ketahanan pangan, budi daya melon premium juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata.

"Pada panen perdana ini, kelompok berhasil menghasilkan lebih dari 50 kilogram melon," katanya lagi.

Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas inovasi Bumkal Sumberharjo dalam mengoptimalkan pemanfaatan tanah kas kalurahan menjadi kegiatan yang produktif dan bernilai ekonomi.

"Saya apresiasi dan bangga. bumkal harus bekerja sebaik-baiknya sesuai program yang ada, sehingga benar-benar memberikan manfaat, termasuk membantu meningkatkan keuangan desa," katanya.

Ia mengatakan sektor pertanian masih menjadi salah satu potensi utama dalam menggerakkan perekonomian desa.

Dengan luas lahan yang mencapai sekitar 2,5 hektare, pengembangan hortikultura modern dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui kreativitas, inovasi, dan pengelolaan yang berkelanjutan.

"Ini sangat potensial, kalurahan bisa menjalankan roda ekonomi melalui pertanian dan diharapkan panen berikutnya bisa lebih baik lagi," katanya.

Harda berharap pengembangan kawasan pertanian tersebut terus diperkuat melalui kolaborasi dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, khususnya dalam penyediaan bibit berbagai komoditas pertanian.

"Sinergi tersebut akan semakin mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Daerah
Mandi di Pantai Tuturuga Be...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.