Lokakarya PearFest 2025 Dorong Penulis Muda Temukan Suara dan Identitas Kepenulisan
📅 Rabu, 10 Des 2025, 20:38 WIB | Oleh: Haryo BronoDitambahkan juga dari perspektif Christina M. Udiani, Editorial & Production Manager KPG. Menurut dia naskah yang masuk ke pihaknya (penerbit) itu bisa ratusan dalam sekali waktu, maka berikan juga waktu untuk melakukan review.
“Lalu titipanku juga kepada penulis untuk terus mengejar kami, upayakan juga naskah yang sudah kalian kirim. Cari kepastian dan jawaban dari kami, jangan dibiarkan dan dilupakan juga atau hanya menunggu dalam diam,” ungkapnya.
Lokakarya kali ini juga memberikan kesempatan peserta langsung berdiskusi dengan para penerbit dan mendapatkan umpan balik dari sudut pandang penerbit. Dari Pear Press tujuan dari lokakarya hari ini bisa menjadi satu ruang untuk belajar, berdiskusi, dan bertumbuh. Lokakarya yang bisa membantu setiap penulis menjadi sosok yang bisa membawa buku mereka berjalan jauh, bertemu dengan penerbit yang tepat, dan pembaca yang lebih luas.
“Memang workshop dan kesempatan seperti ini perlu diadakan lebih sering. Karena ketika kami, penulis, dapat kesempatan bertukar pikiran dan tahu apa yang dicari oleh para penerbit rasanya proses memproduksi karyanya jadi lebih terarah. Jarak antara penulis dan penerbit juga jadi terjembatani,” kata Alghifahri Jasin, salah satu peserta PearWorkshop x MTN Lab 2025 asal Ujung Pandang yang juga merupakan salah satu Emerging Writers MIWF 2025 lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapannya, PearFest 2025 lewat sesi-sesi yang diusung bisa menjadi medium advokasi suara generasi muda yang berani mendobrak batasan. Lewat tema besar yang diangkat “The Age of Unlearning,” ia mengajak untuk berhenti sejenak, mempertanyakan apa yang dipikir sudah diketahui.
“Melepaskan kebenaran dan kenyamanan lama, untuk memberi ruang pada apa yang belum dipahami. Karena kami percaya, di antara mengetahui dan menjadi, terdapat ketidaknyamanan sebagai awal dari perubahan,” ujarnya.
Dimulai dari 14 orang peserta yang duduk bersama di ruang PearFest 2025 yakni Abu Wafa, Alghifahri Jasin, Arnoldus Sailang, Iin Farliani, Ita Siregar, Juli Prasetya, Krisna Agustriana, Putu Mahatma, Ruhaeni Intan, Sunarti, Varla Nurul, Wisnu Suryaning, Wiwik Haswinda, dan Zulkifli, untuk kesempatan yang lebih besar bagi para penulis muda di seluruh Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!