Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Venezuela Melantik 5.600 Tentara Setelah AS Mengerahkan Kekuatan Militernya di Karibia

📅 Minggu, 07 Des 2025, 13:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Venezuela Melantik 5.600 Tentara Setelah AS Mengerahkan Kekuatan Militernya di Karibia Doc: bssnews
Ket. Venezuela melantik 5.600 tentara pada hari Sabtu (6/12) saat Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer di Karibia

CARACAS - Venezuela melantik 5.600 tentara pada hari Sabtu (6/12) saat Amerika Serikat meningkatkan tekanan militer terhadap negara penghasil minyak tersebut.

Presiden Nicolas Maduro telah menyerukan peningkatan perekrutan militer setelah Amerika Serikat mengerahkan armada kapal perang dan kapal induk terbesar di dunia ke Karibia dengan dalih memerangi perdagangan narkoba.

Pasukan Amerika telah melancarkan serangan mematikan terhadap lebih dari 20 kapal, menewaskan sedikitnya 87 orang.

Washington menuduh Maduro memimpin "Kartel Matahari", yang dinyatakan sebagai organisasi teroris bulan lalu.

Maduro menegaskan pengerahan pasukan Amerika bertujuan untuk menggulingkannya dan menyita cadangan minyak negara itu.

"Dalam keadaan apa pun kami tidak akan mengizinkan invasi oleh kekuatan imperialis," kata Kolonel Gabriel Rendon, Sabtu, dalam sebuah upacara di Fuerte Tiuna, kompleks militer terbesar Venezuela, di Caracas.

Menurut angka resmi, Venezuela memiliki sekitar 200.000 tentara dan tambahan 200.000 petugas polisi.

Seorang mantan gubernur oposisi meninggal di penjara pada hari Sabtu tempat ia ditahan atas tuduhan terorisme dan hasutan, kata kelompok hak asasi manusia.

Alfredo Diaz setidaknya menjadi anggota oposisi keenam yang meninggal di penjara sejak November 2024. 

Mereka ditangkap setelah aksi protes yang dipicu oleh sengketa pemilu Juli lalu, ketika Maduro mengklaim memenangkan masa jabatan ketiga meskipun ada tuduhan penipuan. 

Aksi protes tersebut mengakibatkan 28 orang tewas dan sekitar 2.400 orang ditangkap, dengan hampir 2.000 orang dibebaskan sejak saat itu.

Diaz, Gubernur Nueva Esparta dari tahun 2017 hingga 2021 "telah dipenjara dan ditahan dalam isolasi selama setahun; hanya satu kunjungan dari putrinya yang diizinkan," kata Alfredo Romero, direktur LSM Foro Penal, yang membela tahanan politik.

Kelompok itu mengatakan sedikitnya ada 887 tahanan politik di Venezuela.

Pemimpin oposisi dan peraih Nobel Perdamaian Maria Corina Machado mengutuk kematian tahanan politik di Venezuela selama "penindasan pasca-pemilu."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Merugi, Pemkab Kudus Serahkan Pengelolaan Taman Krida Wisata ke Swasta
    Preview komentar:
    Pemberian masa tenggang atau grace period selama tiga ...
  • Berpotensi Melemah Terbatas, 13 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai pergerakan Rupiah hari ...
  • Microchip Perbarui Ethernet Sensor Bridge untuk Perkuat Konektivitas Edge AI
    Preview komentar:
    Penyusutan dimensi perangkat hingga 60 persen yang dipadukan ...
Nasional
Audiensi dengan Serikat Bur...

Gagal Beredar! Polisi Tangkap Pelaku Narkoba di Bantaeng

50 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Daerah
Gagal Beredar! Polisi Tangk...
Megapolitan
Heboh! Kebakaran Gudang Ter...
Nasional
MPR: Indonesia Harus Berdaulat
Megapolitan
Bansos untuk Judol, 259 Pen...
Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

Angin Segar Dunia Otomotif, Presiden Janjikan Insentif Kredit Ringan Tanpa DP Motor Listrik

13 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.